Usia 104 Tahun, Kefamenanu Ditantang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi TTU
Menurutnya, perkembangan teknologi dan ekonomi digital harus dimanfaatkan generasi muda untuk membangun usaha sekaligus memperluas pasar.
Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar tetap menjaga kualitas produk, kejujuran, pelayanan dan kepercayaan pelanggan.
“Jangan takut bersaing, tetapi bersainglah secara sehat. Rezeki masing-masing sudah ada jalannya, sehingga yang harus kita bangun adalah kualitas dan integritas usaha kita,” katanya.
Kepada masyarakat, Fahmi mengajak untuk membangun budaya membeli dan menggunakan produk lokal selama produk tersebut berkualitas serta memenuhi standar.
Ia menegaskan, pemerintah tidak dapat membangun ekonomi daerah sendirian. Diperlukan keterlibatan dunia usaha dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat.
“Pemerintah tidak mungkin membangun ekonomi daerah sendirian. Pemerintah membutuhkan dunia usaha, dunia usaha membutuhkan masyarakat, dan masyarakat membutuhkan pemerintah yang menciptakan ekosistem yang sehat,” ujarnya.
Di usia ke-104 Kota Kefamenanu, Fahmi berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjadikan momentum tersebut sebagai titik awal untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat.
“Mari kita jaga akar budaya, kita kuatkan ekonomi kerakyatan, kita buka lebih banyak peluang usaha, dan kita siapkan Kefamenanu yang semakin maju untuk generasi yang akan datang,” pungkasnya.
Editor: Sefnat Besie