HUT ke-78 Polwan, Kapolda NTT Apresiasi Peran Polisi Wanita dalam Penanganan Gempa Flores
KUPANG, iNewsTTU.id — Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko bersama Ibu Asuh Polwan Polda NTT Ny. Vily Rudi Darmoko mengikuti syukuran Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia di Mapolda NTT, Selasa (8/9/2026).
Syukuran tersebut digelar secara virtual melalui Zoom bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Ibu Asuh Polwan RI. Kegiatan di Mapolda NTT turut dihadiri Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, Irwasda, para Pejabat Utama Polda NTT, pengurus Bhayangkari Daerah NTT serta seluruh personel Polwan.
Mengusung tema “One Police Woman, Extraordinary Impact”, peringatan HUT ke-78 Polwan menjadi momentum untuk mendorong setiap Polwan memberikan dampak nyata bagi masyarakat tanpa harus menunggu menduduki jabatan strategis.
Dalam sambutannya, Kapolda NTT menyampaikan apresiasi kepada seluruh Polwan yang selama ini telah menunjukkan dedikasi dalam menjalankan tugas, termasuk dalam penanganan bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores pada 15 Agustus 2026.
Kapolda mengatakan perayaan HUT Polwan tahun ini digelar secara sederhana karena NTT masih berada dalam suasana prihatin akibat bencana gempa yang berdampak pada tujuh kabupaten di Pulau Flores.
“Saya memohon maaf kepada rekan-rekan Polwan, mungkin perayaan HUT Polwan tahun ini berbeda sekali dengan tahun lalu. Situasi dan kondisi kita sedang prihatin karena ada bencana gempa di Pulau Flores tanggal 15 Agustus,” ujar Rudi Darmoko.
Menurutnya, jajaran Polda NTT terus turun ke wilayah terdampak untuk memastikan penanganan bencana berjalan dengan baik.
Ia pun memberikan penghargaan khusus kepada personel Polwan yang terlibat membantu masyarakat terdampak gempa.
“Saya ucapkan terima kasih dan rasa bangga kepada seluruh anggota Polwan yang sangat-sangat membantu dan berperan aktif dalam penanganan bencana gempa bumi di Pulau Flores,” katanya.
Selain mendistribusikan bantuan dan logistik, Polwan juga terlibat dalam kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan masyarakat yang mengalami ketakutan maupun trauma akibat bencana.
“Bukan hanya membantu mendistribusikan logistik, tetapi juga banyak terlibat dalam trauma healing, membantu anak-anak, membantu orang dewasa yang terdampak bencana,” ungkapnya.
Kapolda Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menekankan pentingnya kesehatan mental bagi setiap personel Polri.
Menurutnya, seseorang akan sulit memberikan dampak positif kepada orang lain apabila masih dibebani berbagai persoalan dan emosi negatif dalam dirinya.
“Seorang Polwan tidak harus menunggu jadi pejabat tinggi dulu, tidak harus menunggu memegang jabatan strategis, dan tidak harus menunggu memiliki kewenangan yang besar untuk memberikan manfaat,” tegasnya.
Ia mengajak para personel memanfaatkan fasilitas Rumah Bahagia dan teknik U-SET yang disiapkan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mental.
“Jangan malu-malu, jangan ragu-ragu. Kita harus merilis semua hal-hal yang negatif supaya kinerja kita bisa lebih hebat,” ujarnya.
Kapolda menyebut pendekatan tersebut juga telah digunakan dalam kegiatan trauma healing terhadap korban bencana oleh tim Mabes Polri maupun Polda lainnya.
Lima Penekanan untuk Polwan
Kapolda NTT kemudian memberikan lima penekanan kepada seluruh Polwan dalam menjalankan tugas.
Pertama, Polwan harus merasa setara dengan polisi pria dan menjadi mitra yang setara, terutama dalam menangani persoalan perempuan dan anak.
Kedua, konsisten menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Ketiga, mampu merangkul seluruh elemen masyarakat serta menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan.
Keempat, memegang prinsip jujur, disiplin dan bertanggung jawab serta menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun institusi.
Kelima, terus berbuat baik bagi diri sendiri, institusi Polri dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Dalam pelaksanaan tugas-tugas ke depan, Polwan harus merasa setara dengan polisi pria. Menjadi mitra yang setara dalam pelaksanaan tugas polisi,” tegasnya.
Polwan Hadapi Tantangan Berlapis
Rudi Darmoko juga menilai tugas seorang Polwan memiliki tantangan yang tidak ringan. Selain menjalankan tugas sebagai anggota Polri, Polwan juga memiliki tanggung jawab dalam keluarga.
“Seorang Polwan memiliki tugas yang tidak ringan. Selain menjadi anggota Polri sebagai aparat penegak hukum, pelindung dan pengayom masyarakat, Polwan juga sebagai seorang ibu yang bertanggung jawab kepada keluarganya,” katanya.
Karena itu, ia meminta seluruh Polwan memiliki mental kuat dan tidak membiarkan persoalan negatif berlarut-larut.
Ia juga mengingatkan agar semangat Polwan tidak hanya terlihat dalam kegiatan seremonial, tetapi harus tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Semangatnya jangan hanya pada waktu joget, menari, tetapi dalam kerja juga harus semangat,” ujarnya.
Kapolda pun memberikan apresiasi terhadap kekompakan Polwan Polda NTT. Meski dalam salah satu kegiatan hanya memperoleh predikat juara harapan satu, ia menegaskan seluruh Polwan Polda NTT tetap menjadi juara baginya.
“Walaupun harapan satu, tetapi di hati saya kalian semua nomor satu,” ucapnya.
Suasana syukuran berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kapolda juga mengajak para Polwan meneriakkan slogan “I love Polwan” yang disambut antusias para peserta.
Mengakhiri sambutannya, Kapolda NTT menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-78 Polwan kepada seluruh Polisi Wanita di Indonesia, khususnya Polwan Polda NTT.
“Selamat Hari Jadi Polwan ke-78 kepada seluruh Polwan. Semoga Polwan semakin jaya dan semakin banyak berkiprah dalam mengisi kemerdekaan di Republik Indonesia yang kita cintai dan kita banggakan ini,” pungkasnya.
Peringatan HUT ke-78 Polwan di Mapolda NTT tersebut menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya profesionalisme, ketangguhan mental dan kepedulian Polwan dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Editor: Sefnat Besie