Dampak Letusan Gunung Ili Lewotolok, Bandara Wunopitu Ditutup Sementara
LEMBATA, iNewsTTU.id--Hingga saat ini, personel gabungan dari Polres Lembata bersama Polsubsektor Ile Ape terus menyiagakan anggotanya di lapangan. Aktivitas warga serta arus lalu lintas yang menghubungkan Kecamatan Ile Ape dengan Kota Lewoleba dilaporkan masih terpantau lancar.
Kendati demikian, dampak abu vulkanik telah mengganggu sektor transportasi udara. Operasional penerbangan di Bandara Wunopitu Lembata untuk sementara terpaksa ditutup oleh pihak pengelola bandara demi alasan keselamatan.
Sementara itu, aktivitas harian warga di Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, hingga Kota Lewoleba masih berjalan normal tanpa gangguan berarti.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang beraktivitas di kawasan sekitar kaki gunung.
Warga dilarang keras memasuki radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung, serta radius 3 kilometer khusus untuk sektor selatan dan tenggara.
Warga di sekitar lereng gunung juga diingatkan untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik dengan mengenakan masker penutup hidung dan mulut, melindungi mata serta kulit, serta menutup rapat tempat penampungan air bersih agar terhindar dari kontaminasi.
Di tingkat regional, Polda Nusa Tenggara Timur turut memberikan perhatian serius terhadap keselamatan warga di lingkar gunung.
Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi atau berita bohong (hoaks) yang berseliweran di media sosial terkait situasi Gunung Ili Lewotolok.
"Keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti arahan petugas serta informasi resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api dan Badan Geologi," ujar Kombes Pol. Henry.
Pihaknya memastikan bahwa kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat bukan sekadar memantau situasi, tetapi juga memastikan warga mendapat edukasi dan imbauan keselamatan secara langsung.
Editor: Sefnat Besie