get app
inews
Aa Text
Read Next : Junaidin Mahasan Usulkan Afirmasi Khusus Seleksi Akpol bagi Putra Putri NTT kepada Kapolri

Ada Harapan Baru di Pulau Kukusan, Kapolda NTT Resmikan Sekolah dan Bantu Warga Pascagempa

Selasa, 01 September 2026 | 21:45 WIB
header img
Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko Resmikan Sekolah dan Bantu Warga Pascagempa. (Foto: istimewa).

MANGGARAI BARAT, iNewsTTU.id – Harapan baru tumbuh di tengah keterbatasan masyarakat Pulau Kukusan, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kehadiran Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko di pulau tersebut, Selasa (1/9/2026), menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan sekaligus pemulihan masyarakat pascagempa bumi Flores.

Kapolda NTT meresmikan revitalisasi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hidayah, menyerahkan bantuan kemanusiaan, serta menggelar trauma healing bagi anak-anak dan masyarakat terdampak.

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa perhatian terhadap warga terdampak bencana tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi berlanjut pada pemulihan dan penguatan kehidupan masyarakat.

Sempat Belajar di Bawah Pohon

MI Al-Hidayah merupakan satu-satunya lembaga pendidikan di Pulau Kukusan yang telah berdiri sejak 2001.

Namun selama bertahun-tahun, sekolah tersebut harus menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Sebelum direvitalisasi, hanya dua ruang kelas yang layak digunakan. Sementara siswa lainnya terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di bawah pohon.

Kondisi tersebut mulai berubah setelah Direktorat Polairud Polda NTT melakukan revitalisasi dua ruang kelas pada Juni 2026.

Kini, sebanyak 46 siswa dapat mengikuti pembelajaran di empat ruang kelas yang lebih layak.

Kepala MI Al-Hidayah, Husen, mengungkapkan perjuangan para guru dan siswa untuk mempertahankan pendidikan di pulau tersebut tidaklah mudah.

"Dulu sebelum direnovasi oleh Polairud Polda NTT, hanya dua ruangan yang bisa dipakai. Sisanya belajar di bawah pohon, bahkan sering terganggu oleh kambing yang lewat," ujar Husen.

Keterbatasan juga masih dirasakan dari sisi tenaga pendidik. Husen mengaku dirinya sendiri belum bergelar S-1.

"Namun, jika bukan kami yang berjuang, siapa lagi?" katanya dengan haru.

Kapolda: Semangat Guru dan Anak-anak Jadi Inspirasi

Mendengar perjuangan tersebut, Kapolda NTT menyampaikan apresiasi sekaligus keprihatinannya.

Menurutnya, kondisi pendidikan di wilayah terluar masih membutuhkan perhatian bersama.

"Kami memohon maaf, ternyata masih ada sekolah-sekolah yang kondisinya seperti ini. Namun semangat Bapak/Ibu guru dan anak-anak di sini adalah inspirasi bagi kita semua," ujar Rudi Darmoko.

Ia menegaskan revitalisasi MI Al-Hidayah merupakan langkah awal untuk meningkatkan pelayanan pendidikan di wilayah kepulauan.

"Revitalisasi ini adalah langkah awal. Kami akan terus berjuang agar pendidikan di wilayah terluar NTT semakin terlayani dengan baik," katanya.

Bantuan untuk Warga hingga Trauma Healing Anak

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda NTT didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, Kapolres Manggarai Barat, serta jajaran.

Selain meresmikan sekolah, rombongan juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat dan tenaga pendidik.

Bantuan tersebut berupa sembako, susu, perlengkapan sekolah, mainan anak, hingga pakaian.

Polda NTT juga menghadirkan kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak gempa.

Suasana yang sebelumnya diwarnai kecemasan perlahan berubah menjadi tawa. Anak-anak kembali bermain dan berinteraksi dalam suasana yang lebih hangat.

Kapolda berharap pendampingan tersebut dapat membantu anak-anak melewati masa sulit setelah bencana.

"Harapan kami, pascagempa ini anak-anak tidak lagi trauma. Mereka bisa kembali hidup normal, bersekolah dengan tenang, dan bermimpi setinggi langit meskipun tinggal di pulau kecil," tegasnya.

Pendidikan Tak Boleh Terhenti karena Bencana

Bagi masyarakat Pulau Kukusan, revitalisasi MI Al-Hidayah bukan sekadar perubahan fisik bangunan sekolah.

Empat ruang kelas yang kini lebih layak menjadi simbol bahwa pendidikan tetap harus berjalan meskipun masyarakat menghadapi keterbatasan dan bencana.

Kehadiran Kapolda NTT hingga ke pulau terluar juga menunjukkan bahwa pelayanan dan kepedulian terhadap masyarakat tidak semestinya dibatasi jarak dan kondisi geografis.

Bencana boleh datang, namun harapan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan dan mengejar cita-cita tidak boleh ikut runtuh.

Dari Pulau Kukusan, harapan itu kini kembali tumbuh.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut