Kapolres TTS Ajak Warga Bijak Bermedsos, Jaga Jempol, Hati dan Persaudaraan
“Pikirkan matang-matang sebelum membagikan sebuah postingan. Pastikan postingan atau tulisan yang hendak di-share tidak menyinggung perasaan orang lain, apalagi sampai merusak sebuah persahabatan. Kita harus selalu berhati-hati,” tegasnya.
Martino mengingatkan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk saling menyerang atau menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial.
“Boleh berbeda pendapat, tetapi jangan saling menyakiti. Jaga jari jempol, jaga hati, jaga persaudaraan dan jaga persahabatan,” pesannya.
Ia menegaskan, media sosial seharusnya digunakan untuk menyebarkan kabar baik, berbagi informasi yang bermanfaat, serta mengedukasi masyarakat dengan hal-hal positif yang dapat memperkuat kebersamaan.
“Tujuan utama bermedia sosial bukanlah untuk menyebarkan kebencian, melainkan menyebarkan kabar baik sekaligus mengedukasi sesama untuk menggunakan media sosial dengan hal-hal positif yang membangun kebersamaan dan membawa berkat bagi sesama,” tambahnya.
Kapolres berharap kampanye bijak bermedia sosial tersebut dapat membangun kesadaran bersama masyarakat TTS, khususnya warga Kecamatan Kuatnana dan sekitarnya, untuk menjaga kerukunan, kedamaian, persatuan dan persahabatan, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
“Satu postingan dapat merusak sejuta persahabatan yang sulit untuk dipersatukan. Tetaplah bijak bermedia sosial agar kita diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain,” tutup Kapolres Martino.
Editor : Sefnat Besie