get app
inews
Aa Text
Read Next : Dirut RS Leona: Seluruh CCTV Sudah Diserahkan ke Polisi, Rumah Sakit Kooperatif Bantu Penyelidikan

KPU TTU Luncurkan Buku Pilkada 2024, Jadi Refleksi Masa Depan Demokrasi Daerah

Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:33 WIB
header img
KPU TTU Luncurkan Buku Pilkada 2024. (Foto: iNewsTTU.id/Sefnat).

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) meluncurkan buku berjudul Pilkada Serentak 2024 dan Masa Depan Demokrasi di Kabupaten Timor Tengah Utara di Aula Kantor KPU TTU, Kamis (6/8/2026).

Peluncuran buku tersebut dihadiri Ketua KPU TTU Petrus Uskono bersama seluruh komisioner KPU TTU, anggota Bawaslu TTU Roswita H.P. Taus dan Heppy Oktavia, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten TTU Robertus Nahas, dua panelis yakni Dr. Bahrudin Hamsah dan Dr. Frederikus Fios yang mengikuti secara daring, Ketua STIH Cendana Wangi Kefamenanu Randy Valentino Neonbeni, Wakil Rektor I Unimor Dr. Yoseph Nahak Seran, Wakil Rektor II Unimor Dr. Emanuel Be, narasumber Fidelis Atanus, serta para akademisi, tokoh masyarakat, dan jajaran KPU TTU.

Dalam sambutannya, Ketua KPU TTU Petrus Uskono mengatakan peluncuran buku tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mengingat, mengkritisi, dan membayangkan kembali arah demokrasi di Kabupaten TTU.

Menurutnya, setiap pemilihan kepala daerah memang berakhir dengan penetapan pemenang. Namun, demokrasi tidak berhenti pada hasil pemilihan, melainkan harus terus dievaluasi agar semakin matang dan berkualitas.

 "Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah demokrasi kita menjadi semakin dewasa atau justru semakin rapuh. Pertanyaan inilah yang menjadi inti dari buku Pilkada Serentak Tahun 2024 dan Masa Depan Demokrasi di Kabupaten Timor Tengah Utara," ujar Petrus.

Petrus menegaskan buku tersebut bukan dimaksudkan sebagai monumen keberhasilan KPU TTU, apalagi menempatkan penyelenggara pemilu sebagai institusi yang tanpa kekurangan.

Sebaliknya, kata dia, buku itu lahir dari kesadaran bahwa demokrasi hanya dapat berkembang apabila setiap lembaga memiliki keberanian melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri.

"Demokrasi yang sehat bukanlah demokrasi yang mengklaim dirinya sempurna, melainkan demokrasi yang membuka ruang bagi kritik, refleksi, dan pembelajaran," katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan Pilkada tidak cukup diukur dari tingginya tingkat partisipasi pemilih ataupun minimnya sengketa hasil pemilu.

Menurutnya, ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana Pilkada mampu memperkuat kepercayaan publik, memperluas partisipasi masyarakat, serta melahirkan pemimpin yang memiliki legitimasi secara hukum maupun moral.

Petrus juga menyoroti tantangan demokrasi di era digital. Ia menilai perkembangan teknologi telah membuka ruang partisipasi yang lebih luas, namun di sisi lain juga mempercepat penyebaran disinformasi, ujaran kebencian, hingga polarisasi sosial.

Selain itu, praktik politik transaksional masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Menurutnya, ketika pilihan politik dipengaruhi kepentingan sesaat, demokrasi kehilangan substansinya sebagai sarana memilih pemimpin berdasarkan gagasan, integritas, dan kapasitas.

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Cendana Wangi Kefamenanu, Randy Valentino Neonbeni, memberikan apresiasi atas inisiatif KPU TTU menerbitkan buku tersebut.

Menurut Randy, buku itu akan menjadi dokumentasi penting perjalanan demokrasi di Kabupaten TTU sekaligus referensi bagi berbagai pihak dalam memperkuat kualitas demokrasi pada masa mendatang.

"Saya sangat mengapresiasi peluncuran buku Pilkada Serentak 2024 dan Masa Depan Demokrasi di Kabupaten TTU. Buku ini akan meninggalkan catatan sejarah yang sangat penting untuk penataan demokrasi yang lebih baik ke depan di Kabupaten TTU," ujar Randy.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut