3 Kali Gempa Guncang Pulau Sumba dalam Kurun 8 Jam, Tidak Berpotensi Tsunami
SUMBA, iNewsTTU.id – Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang tiga kali gempa bumi dalam kurun waktu kurang dari delapan jam pada Sabtu malam hingga Minggu pagi, 13–14 Juni 2026. Berdasarkan informasi yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Kupang, ketiga gempa tersebut memiliki magnitudo relatif kecil dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa pertama terjadi pada Sabtu (13/6/2026) pukul 22.54 WIB dengan magnitudo 2,0. Episenter gempa berada di koordinat 9,27 Lintang Selatan dan 118,93 Bujur Timur atau sekitar 31 kilometer barat laut Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya. Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 40 kilometer.
Selang sekitar satu jam kemudian, gempa kedua tercatat pada Minggu (14/6/2026) pukul 00.14 WIB. Gempa berkekuatan magnitudo 3,1 itu berpusat di koordinat 9,72 Lintang Selatan dan 120,60 Bujur Timur atau sekitar 38 kilometer timur Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, dengan kedalaman 52 kilometer.
Sementara itu, gempa ketiga terjadi pada Minggu pagi pukul 06.33 WIB. BMKG mencatat gempa bermagnitudo 2,8 dengan lokasi episenter di koordinat 9,38 Lintang Selatan dan 118,94 Bujur Timur atau sekitar 24 kilometer utara Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. Gempa ini berada pada kedalaman 73 kilometer.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat rangkaian gempa tersebut. Magnitudo yang relatif kecil dan kedalaman gempa yang cukup dalam membuat getaran diperkirakan hanya dirasakan lemah di sekitar wilayah episenter.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta selalu mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG terkait aktivitas kegempaan di wilayah NTT.
Perlu diketahui, informasi gempa yang dirilis BMKG bersifat sementara dan mengutamakan kecepatan penyampaian. Data tersebut masih dapat mengalami perubahan seiring dengan kelengkapan hasil analisis yang dilakukan BMKG.
Editor : Sefnat Besie