Panen Simbolis Padi Organik Eko Enzim, Jemaat GMIT Biboki Anleu TTU Alami Peningkatan Produksi
“Panen simbolis ini menjadi bukti bahwa gereja sedang bergerak untuk mencintai alam dan mencintai tanah melalui gerakan penggunaan pupuk organik,” ujarnya.
Menurutnya, penerapan pupuk organik berbasis Eko Enzim pada musim tanam kedua tahun 2026 mengalami peningkatan produktivitas yang cukup signifikan.
“Tahun ini hasil panen meningkat hingga satu ton lebih bahkan bisa mencapai dua ton dari hasil penggunaan pupuk organik Eko Enzim,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sebanyak 27 kepala keluarga di Jemaat Biboki Anleu telah menggunakan pupuk organik Eko Enzim untuk lahan persawahan mereka sepanjang tahun 2026.
Namun demikian, sebagian besar lahan persawahan di wilayah Biboki Anleu masih merupakan sawah tadah hujan sehingga panen baru dapat dilakukan satu kali dalam setahun akibat keterbatasan air.
Sementara itu, Plt Kadis Pertanian TTU, Chairel Malelak mengapresiasi gerakan penerapan pupuk organik berbasis Eko Enzim yang dilakukan gereja melalui jemaat setempat.
“Ini bagus dan luar biasa karena apa yang dilatih oleh Dinas Pertanian TTU bisa diterapkan oleh masyarakat, khususnya jemaat GMIT Biboki Anleu yang sebagian besar jemaatnya berprofesi sebagai petani,” katanya.
Menurut Chairel, pendekatan kepada lembaga sekolah dan gereja menjadi strategi penting dalam penerapan pertanian ramah lingkungan berbasis Eko Enzim di tengah masyarakat.
Ia menambahkan, keberhasilan produksi beras berbasis Eco Enzyme merupakan hasil dari pendampingan teknis, pelatihan, serta penerapan berkelanjutan di lahan persawahan masyarakat.
Editor : Sefnat Besie