Kisah Perjuangan Benedikta Berakhir, Kala Prabowo Wujudkan Jembatan Gantung di Kiuola NTT
Deru mesin excavator memecahkan kesunyian di hamparan kali Kiuola saat menggali tiang pancang disertai percikan api alat las besi penyangga mengawali pembangunan jembatan gantung pertama di wilayah perbatasan NTT dengan distrik Oekusi Timor leste.
Seiring waktu berjalan, progres pembangunan jembatan perintis hampir selesai.
Gaudensiana Kornelis Kepala Sekolah Katolik, (SDK) Kiuola menceritakan kehadiran Jembatan Garuda membawa angin segar bagi sebagian besar anak didiknya termasuk para guru, sebab kala hujan turun, banjir penuh sehingga menyulitkan guru maupun siswa.
Ia mengenang kembali, dulu pernah siswa diliburkan berhari-hari karena saat Badai Siklon Tropis Seroja menerjang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada awal April 2021, dengan puncak dampak bencana terjadi pada 4 hingga 5 April 2021.
" Hari ini kami sangat bersyukur karena Pak Prabowo membantu kesulitan dengan menghadirkan jembatan Garuda, kami guru dan siswa sangat senang, akses menuju sekolah lancar, jika tidak maka kami pasti tetap berjuang menerjang banjir,"kisahnya.
Jembatan perintis Garuda sepanjang 80 meter yang menghubungkan Dusun II dan Dusun III ke wilayah Dusun I Desa Kiuola Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara NTT adalah harapan besar kepala Desa setempat.
Kepala Desa Kiuola, Primus Rusae menyebut adanya jembatan ini sangat dinantikan oleh 702 jiwa yang mendiami dusun II dan III di Kiuola yang selama 80 tahun terisolasi kala musim hujan tiba.
"Masyarakat di sini nantikan jembatan ini selama 80 tahun, jembatan ini juga menghubungkan beberapa Desa tetangga seperti Desa Banafanu Desa Seo dan Desa Noebaun yang memiliki sawah di Desa Kiuola,"ungkapnya.

Orang nomor satu di Desa Kiuola menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo, KSAD, Pangdam Udayana, Danrem 161 Wirasakti juga Dandim 1618 Timor Tengah Utara sebab hadirnya jembatan Garuda merubah pola hidup masyarakat dari keterbatasan akses.
"Hadirnya jembatan Garuda ini membuat kehidupan masyarakat berubah drastis, sekarang ini dampaknya akses ekonomi lebih mudah, pendidikan lebih lancar anak-anak tidak lagi menerjang banjir, kesehatan lebih cepat tertangani dan membuka isolasi wilayah,"pungkasnya.
Kisah perjuangan ratusan siswa sekolah dari Dusun II dan III yang mengeyam pedidikan di SMK Negeri Seo, SMK Katolik St. gabriel Noemuti dan SD Katolik Noemuti segera berakhir.
Benedikat, salah satu siswi SMK merasa terharu melihat pembangunan jembatan itu hampir selesai, wajah Benedikta diliputi rasa senang.
Tak terasa, butiran air mata menetes di pipinya ia mengenang kembali kisah perjuangan mereka setiap pagi ke sekolah maupun pulang sekolah, bagi Benedikta hadirnya Jembatan yang diberikan oleh Presiden Prabowo sekaligus mengakhiri derita mereka menerjang banjir.
Editor : Sefnat Besie