Renovasi Kantor Bupati TTU Dimulai, Plh Sekda Sebut Kondisi Gedung Memprihatinkan
KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mulai melakukan renovasi atau rehabilitasi Gedung Kantor Bupati TTU yang dinilai sudah mengalami kerusakan cukup serius, terutama pada bagian atap dan jaringan listrik.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah TTU, Trinimus Olin, mengatakan gedung tersebut dibangun sejak masa pemerintahan Bupati Hengki Sakunab sekitar tahun 2003–2004 dan hingga kini belum pernah mendapatkan pemeliharaan berkala secara menyeluruh.
“Kalau hujan, kondisi gedung sekarang sangat memprihatinkan. Lantai dan beberapa bagian tergenang air akibat kebocoran atap,” kata Trinimus Olin di Kefamenanu, Senin 11/5/2026.
Menurutnya, renovasi tetap dilakukan meski pemerintah tengah menerapkan efisiensi anggaran, karena perbaikan gedung dianggap sebagai kebutuhan prioritas.
“Efisiensi bukan berarti semua kegiatan dihentikan. Efisiensi mengajarkan kita menentukan mana yang prioritas, dan ini memang prioritas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain kerusakan atap, kondisi jaringan listrik di Kantor Bupati juga sudah tidak mampu menahan beban penggunaan listrik yang terus meningkat.
“Kenapa listrik di kantor bupati sering mati? Karena kabel yang ada sudah tidak kuat menahan beban. Sekarang kebutuhan listrik bertambah dengan penggunaan AC dan peralatan elektronik lainnya, sementara kabelnya belum pernah diperbaharui,” jelasnya.
Pemkab TTU mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk proyek rehabilitasi tersebut yang bersumber dari APBD TTU Tahun Anggaran 2026.
“Perencanaannya sudah dilakukan sejak tahun lalu, sehingga tahun ini tinggal pelaksanaan fisiknya,” katanya.
Selama proses renovasi berlangsung, aktivitas pemerintahan dipindahkan ke sejumlah lokasi sementara. Bupati TTU akan berkantor di gedung sewaan di wilayah Oemenu, sementara Wakil Bupati memilih berkantor di rumah jabatan.
Sedangkan Plh Sekda bersama sejumlah asisten dan kepala bagian lainnya tetap berkantor di kompleks eks Dukcapil lama.
“Setelah kami survei, ternyata kantor lama di kompleks Dukcapil cukup untuk menampung beberapa bagian,” ujarnya.
Renovasi gedung ditargetkan selesai dalam waktu empat hingga lima bulan agar sebelum musim penghujan seluruh pekerjaan sudah rampung.
“Yang paling mendesak itu perbaikan atap dan jaringan listrik. Untuk ruang-ruang yang masih baik tidak dibongkar, fokus utama hanya pada atap dan instalasi listrik,” pungkasnya.
Editor : Sefnat Besie