Dari Tenun Ikat hingga Fashion Show, Perempuan TTU Ramaikan Hari Kartini 2026
Tingginya partisipasi peserta mencerminkan besarnya kebutuhan ruang ekspresi bagi perempuan, khususnya di daerah.
Direktur YABIKU, Maria Filiana Tahu, mengatakan peringatan Hari Kartini tidak boleh berhenti pada seremoni, melainkan harus menjadi gerakan nyata untuk memperkuat peran perempuan.
“Tema yang kami usung adalah perempuan berdaya, berkarya, dan berbudaya. Ini menjadi ajakan agar perempuan bebas dari kekerasan, mandiri secara ekonomi, dan berani tampil sebagai pemimpin,” ujarnya.
Menurutnya, sosok Kartini masa kini tercermin dari perempuan yang aktif mengambil peran dalam keluarga maupun masyarakat.
“Kartini bukan sekadar sejarah, tetapi simbol keberanian dan harapan. Semangat itu harus terus hidup dalam tindakan nyata,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk peran laki-laki dalam mendorong kesetaraan gender.
Sementara itu, sambutan Bupati TTU yang dibacakan Asisten I Setda TTU, Kristoforus Ukat, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting dalam memperkuat kesetaraan gender di Indonesia.
“Diharapkan melalui kegiatan ini, kesetaraan semakin luas dan hak-hak perempuan semakin dihargai,” ujarnya.
Editor: Sefnat Besie