get app
inews
Aa Text
Read Next : Pemetaan Kemampuan Siswa, 4.928 Pelajar SMP dan MTs di TTU Ikuti Tes Kompetensi Akademik

Dukung MBG, KWT Nekmese Kefamenanu Siap Pasok Sayur Usai Terima Bantuan Alsintan

Jum'at, 17 April 2026 | 15:36 WIB
header img
KWT Nekmese usai terima bantuan alsintan dukung perluasan lahan garapan dari anggota DPRD TTU Fraksi Gerindra Maria Filiana Tahu. (Foto: iNewsTTU.id/Sefnat)

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Kelompok Wanita Tani (KWT) Nekmese yang berlokasi di RT 34 RW 04, Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), kini memiliki semangat baru dalam mengelola lahan pertanian mereka.

Dukungan nyata datang dari Anggota DPRD Kabupaten TTU Fraksi Gerindra, Maria Filiana Tahu, yang menyerahkan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) berupa satu unit Kultivator merk Shark SE 168 dan satu unit mesin penyedot air (dua dim) beserta selang sepanjang 50 meter pada Kamis, (16/4/2026) sore.

Maria Filiana Tahu, yang akrab disapa Mami Fili, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk respons cepat terhadap keluhan warga saat masa reses.

Dia mengaku tergerak melihat kegigihan ibu-ibu KWT Nekmese yang selama ini mengolah lahan secara manual.

"Bantuan ini untuk mendukung kerja kelompok di bidang pertanian, khususnya pengembangan hortikultura. Mereka baru saja panen jagung, dan lahan ini akan disiapkan untuk menanam sayur guna mendukung suplai bahan baku ke dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)," ujar Mami Fili usai menyerahkan bantuan.

Politisi Gerindra ini menambahkan, mekanisasi pertanian sangat diperlukan agar para ibu tidak lagi terbebani dengan cara kerja manual yang berat, sehingga luas lahan garapan bisa ditingkatkan secara efektif.

Optimisme KWT Nekmese

Ketua KWT Nekmese, Adriana Mamoh, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas bantuan tersebut. Ia mengisahkan sejak kelompok ini dibentuk pada 2017 dan dikukuhkan tahun 2020, 16 orang anggotanya selalu kesulitan memperluas lahan karena keterbatasan tenaga dan alat.

"Sebelumnya kami hanya pakai alat seadanya. Jual sayur pun hasilnya sedikit, paling Rp20.000 sehari. Sekarang dengan adanya kultivator dan mesin air dari Mami Fili, kami siap mengelola lahan seluas 40 are," tutur Adriana.

Untuk rencana ke depan, KWT Nekmese akan memfokuskan penanaman pada dua jenis sayuran unggulan, yakni buncis dan pakcoy (paha ayam). Mereka juga tetap konsisten menggunakan pupuk organik dari kotoran sapi (cirit sapi) untuk menjaga kualitas sayuran.

"Kami targetkan dalam tiga bulan ke depan hasilnya sudah bisa dilihat. Kami siap menyalurkan hasil panen ini untuk mendukung kebutuhan dapur program makan bergizi bagi anak-anak," pungkasnya dengan nada optimis.

Bantuan ini diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antara wakil rakyat dan kelompok masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan mulai dari tingkat kelurahan di Kabupaten TTU.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut