get app
inews
Aa Text
Read Next : Yayasan Tunas Bakti Nusantara: Mengalirkan Kebaikan untuk Pemerataan Air Bersih di Daerah 3T

Warga Adonara Masih Bermalam di Tenda Darurat, Trauma Gempa Flotim Magnitudo 4,7

Sabtu, 11 April 2026 | 20:52 WIB
header img
Dampak guncangan bermagnitudo 4,7, warga enggan pulang rumah dan tinggal di tenda darurat. (Foto: Istimewa).

LARANTUKA, iNewsTTU.id – Trauma mendalam masih menyelimuti warga di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, usai gempa bumi tektonik mengguncang wilayah tenggara Larantuka sejak Rabu (8/4/2026) malam hingga Kamis (9/4/2026) dini hari.

Warga di Desa Terong dan Desa Lamahala dilaporkan masih enggan kembali ke dalam rumah. Mereka memilih bertahan di luar ruangan dengan mendirikan tenda darurat di halaman rumah guna mengantisipasi adanya gempa susulan yang terus terjadi.

146 Rumah Rusak dan Puluhan Warga Luka-Luka

Dampak guncangan bermagnitudo 4,7 tersebut mengakibatkan kerusakan bangunan yang cukup masif. Data sementara mencatat sebanyak 146 rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari dinding retak hingga atap yang runtuh. Selain kerugian materiil, tercatat 20 warga mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat mencoba menyelamatkan diri.

Husen, salah satu warga terdampak, menceritakan detik-detik kepanikan saat gempa terjadi di tengah malam.

“Kami terbangun karena guncangan sangat kuat. Semua orang panik, lari keluar rumah tanpa sempat bawa apa-apa. Sementara ini kami bangun tenda dan bermalam di luar rumah karena takut gedung roboh,” ungkap Husen dengan nada cemas.

BMKG Catat 48 Gempa Susulan

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa gempa utama terjadi pada Rabu pukul 23.17 WIB. Episenter gempa terletak di darat, sekitar 24 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman sangat dangkal, yakni 5 kilometer.

"Karena pusat gempanya dangkal, guncangan terasa sangat kuat di permukaan. Hingga Kamis pagi, kami mencatat sedikitnya sudah terjadi 48 kali gempa susulan," jelas Arief.

Kondisi di Lapangan

Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan tenda-tenda darurat yang berjejer di halaman rumah warga. Fasilitas umum dan rumah tinggal di Kecamatan Adonara Timur menjadi wilayah terdampak cukup parah.

Saat ini, warga sangat membutuhkan bantuan darurat berupa tenda, selimut, dan bahan makanan, mengingat mereka masih bertahan di luar rumah dengan perlengkapan seadanya sambil menunggu pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait kondisi keamanan bangunan mereka.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut