Danrem 161 Wira Sakti Pimpin Groundbreaking Jembatan Gantung Garuda di Desa Kiuola TTU
KEFAMENANU, iNewsTTU.id--Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Hendro Cahyono, didampingi Dandim 1618/TTU Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto, S.E., melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Senin (30/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah pedesaan serta membuka akses transportasi yang lebih aman dan layak bagi masyarakat setempat.
Sebelum prosesi groundbreaking, kegiatan diawali dengan video conference (vicon) yang dipimpin Kasdam IX/Udayana mewakili Pangdam IX/Udayana. Vicon tersebut diikuti Danrem 161/Wira Sakti, Dandim 1618/TTU, jajaran pemerintah daerah, serta pemerintah desa.
Dalam arahannya, Kasdam IX/Udayana menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program nasional pembangunan infrastruktur yang saat ini memasuki tahap III dan IV, dengan total 376 titik pembangunan jembatan di seluruh Indonesia.
Khusus di wilayah Kodam IX/Udayana, ditargetkan pembangunan 24 jembatan gantung yang tersebar di tiga Korem, yakni Korem 161/Wira Sakti, Korem 162/Wira Bhakti, dan Korem 163/Wira Satya.
Program ini merupakan bagian dari karya bakti TNI Angkatan Darat dengan tema “Negara Hadir untuk Rakyat Melalui Karya Bakti TNI AD” sebagai wujud dukungan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur.
Puncak kegiatan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Danrem 161/Wira Sakti bersama Dandim 1618/TTU, perwakilan pemerintah daerah, dan pemerintah desa.
Prosesi tersebut disaksikan masyarakat yang tampak antusias karena pembangunan jembatan ini telah lama dinantikan.
Dalam keterangannya, Brigjen TNI Hendro Cahyono menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program infrastruktur di wilayah Korem 161/Wira Sakti, yang mencakup pembangunan jembatan perintis hingga jembatan beton.
“Dari total alokasi di wilayah Kodam IX/Udayana, Korem 161/Wira Sakti mendapatkan 13 titik pembangunan jembatan, dan Kabupaten TTU memperoleh satu titik yang berlokasi di Desa Kiuola,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh pembangunan jembatan dilaksanakan secara serentak dengan target penyelesaian sekitar 30 hari. Diharapkan, jembatan ini segera dimanfaatkan masyarakat untuk memperlancar mobilitas dan mendorong aktivitas ekonomi.
Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bantuan dari Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk perhatian terhadap peningkatan konektivitas, khususnya di wilayah pedesaan.

Danrem juga mengaku terharu setelah mendengar langsung cerita warga yang telah lama menantikan pembangunan jembatan tersebut. Bahkan, ada warga lanjut usia yang mengaku menunggu hingga puluhan tahun agar jembatan penghubung antarwilayah itu dapat terwujud.
“Anak-anak sekolah juga sangat senang, karena nanti mereka bisa berangkat ke sekolah dengan lebih aman,” ungkapnya.
Sementara itu, Dandim 1618/TTU Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto menambahkan, selama ini masyarakat harus menghadapi risiko saat menyeberangi sungai, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat.
“Dengan adanya Jembatan Perintis Garuda ini, akses akan lebih aman dan mobilitas warga semakin lancar, baik untuk anak sekolah, petani, maupun aktivitas sosial lainnya,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga semangat gotong royong serta bersama-sama mendukung pembangunan jembatan sebagai simbol kebersamaan dalam membangun daerah menuju kesejahteraan.
Editor : Sefnat Besie