Trump Berubah Sikap, Buka Peluang Negosiasi dengan Iran
WASHINGTON, iNewsTTU.id – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, secara mengejutkan mengubah sikap dengan membuka peluang negosiasi dengan Iran.
Padahal sebelumnya, Trump bersikeras menolak dialog dan bahkan mengancam akan menyerang fasilitas energi negara tersebut.
Perubahan sikap ini terlihat setelah Trump mengumumkan penundaan rencana serangan terhadap pembangkit listrik dan fasilitas energi Iran.
Ia mengklaim adanya kemajuan signifikan dalam pembicaraan antara kedua pihak, yang disebut berlangsung produktif selama akhir pekan.
Dalam pernyataannya melalui platform Truth Social, Senin (23/3/2026), Trump menyebut komunikasi antara AS dan Iran membuka peluang penyelesaian konflik secara menyeluruh di kawasan Timur Tengah.
Langkah ini berbanding terbalik dengan sikap keras Trump beberapa hari sebelumnya.
Ia sempat memberikan ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz atau menghadapi serangan militer.
Bahkan, Trump juga menegaskan tidak akan melakukan negosiasi maupun gencatan senjata.
Namun, pada Jumat lalu, retorikanya mulai melunak dengan membuka kemungkinan dialog.
“Kita bisa berdialog, tapi saya tidak ingin melakukan gencatan senjata,” ujarnya saat itu.
Di sisi lain, ketegangan di kawasan Timur Tengah masih belum mereda. Iran sebelumnya mengancam akan menjadikan Teluk Persia sebagai medan perang jika fasilitas energinya diserang.
Teheran juga memperingatkan akan memasang ranjau untuk memblokade jalur pelayaran strategis tersebut serta menyerang pembangkit listrik Israel sebagai bentuk respons.
Editor : Sefnat Besie