Kondisi Membaik, 2 Nelayan Sikka yang Terdampar Dievakuasi ke Kalabahi Hari Ini
ALOR, iNewsTTU.id – Proses evakuasi terhadap Anwar Maksud (36) dan Norisius Sapa (30), dua nelayan asal Desa Paga, Kabupaten Sikka yang hanyut selama tujuh hari hingga ke perairan Alor, mulai dilakukan hari ini, Senin (2/2/2026).
Setelah sempat menjalani pemulihan fisik sementara di Desa Kiraman, Kecamatan Alor Selatan, keduanya kini dibawa menuju Kota Kalabahi untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut sebelum dipulangkan ke kampung halaman.
Pemerintah Kabupaten Alor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Sosial dan pihak Kepolisian telah mengirimkan armada untuk menjemput kedua nelayan tersebut.
Pj. Sekda Kabupaten Alor, Obeth Bolang mengonfirmasi bahwa sesuai rencana, hari ini keduanya akan tiba di Kalabahi.
"Kondisi mereka dilaporkan sudah semakin stabil setelah dirawat secara swadaya oleh warga dan Pemerintah Desa Kiraman. Penjemputan dilakukan agar mereka bisa mendapatkan perawatan medis yang lebih memadai di rumah sakit daerah," jelas Obeth.
Kehadiran Anwar dan Norisius di Kota Kalabahi juga telah dinantikan oleh komunitas keluarga besar Maumere (Sikka) yang berdomisili di Alor. Mereka telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membantu memfasilitasi kebutuhan kedua korban selama berada di Kalabahi.
“Solidaritas warga Sikka di Alor sangat tinggi. Mereka sudah siap menyambut dan mendampingi hingga proses penjemputan oleh Pemerintah Kabupaten Sikka tiba,” ucapnya.
Terkait mekanisme pemulangan, Pemerintah Kabupaten Alor terus menjalin komunikasi intensif dengan Bupati Sikka. Hingga saat ini, skema pemulangan masih dalam tahap finalisasi, apakah akan dijemput melalui jalur laut atau menggunakan transportasi udara melalui rute Kupang.
Sementara itu, perahu (bodi jolor) milik korban yang sempat mengalami patah baling-baling telah diamankan oleh nelayan di Sibera, Alor Selatan. Warga setempat membantu memperbaiki kerusakan ringan agar nantinya perahu tersebut juga bisa dibawa kembali ke Sikka.
Keberhasilan kedua nelayan ini bertahan hidup selama sepekan di tengah cuaca ekstrem hanya dengan mengandalkan air hujan dianggap sebagai keajaiban oleh masyarakat Alor.
Pihak otoritas kembali mengimbau kepada para nelayan untuk selalu memeriksa kelaikan mesin dan membawa perlengkapan keselamatan tambahan mengingat cuaca di perairan NTT masih fluktuatif.
Editor : Sefnat Besie