7 Hari Hanyut dan Hanya Minum Air Hujan di Laut Alor, 2 Nelayan Sikka Ditemukan Selamat
Norisius Sapa, salah satu korban, menceritakan detik-detik mencekam saat mereka berada di tengah lautan dengan gelombang tinggi.
"Kami sempat melihat kapal tangker dan teriak minta tolong, tapi karena jarak terlalu jauh, mereka tidak melihat kami," kisahnya lirih melalui sambungan telepon.
Koordinasi Cepat Pemerintah Alor dan Sikka
Menanggapi penemuan ini, Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, S.H., M.H., langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sikka. Kepala Satlak BPBD Alor yang juga Pj. Sekda, Obeth Bolang, S.Sos., M.AP., menyatakan timnya segera menjemput korban untuk dibawa ke Kalabahi.
"BPBD segera menjemput kedua nelayan untuk perawatan medis di rumah sakit. Pak Wakil Bupati sudah koordinasi dengan Bupati Sikka, hasilnya mereka akan dijemput pemerintah Sikka untuk dipulangkan," ujar Obeth Bolang.
Kepala Desa Kiraman, Yoyarib Maleimakuni, memastikan saat ini kedua nelayan sedang beristirahat total di desanya untuk pemulihan fisik. Warga setempat juga telah berhasil menyelamatkan perahu milik korban ke daratan.
Rencananya, pada Senin (2/2/2026), kedua korban akan dijemput oleh Pemerintah Kabupaten Alor dan komunitas keluarga besar Maumere yang ada di Kota Kalabahi sebelum dipulangkan ke kampung halaman mereka di Paga.
Editor : Sefnat Besie