Oposisi Venezuela Bersuara, Maria Corina: Donald Trump Layak Nobel Perdamaian Usai Culik Maduro
CARACAS, iNewsTTU.id – Pemimpin oposisi Venezuela sekaligus pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 2025, Maria Corina Machado, melontarkan pujian setinggi langit kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Machado menyebut Trump sangat layak menerima penghargaan serupa setelah militer AS berhasil menangkap Nicolas Maduro dalam serangan kilat ke Caracas.
Pernyataan ini disampaikan Machado dalam wawancara eksklusif bersama Fox News, menyusul tumbangnya rezim Maduro yang telah lama menguasai Venezuela.
Machado mengungkapkan bahwa dirinya secara pribadi mendedikasikan gelar Nobel yang ia terima kepada Trump. Menurutnya, keberanian Trump melakukan operasi militer pada Sabtu (3/1/2026) adalah sesuatu yang dianggap mustahil oleh banyak pihak sebelumnya.
"Begitu mengetahui kami telah dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian, saya mendedikasikannya untuk Presiden Trump karena saya percaya pada saat itu, dia layak menerimanya. Dan banyak orang mengatakan mustahil untuk mencapai apa yang baru saja dia lakukan pada Sabtu, 3 Januari," ujar Machado, dikutip Selasa (6/1/2026).
Ia menambahkan bahwa penangkapan Maduro adalah bukti nyata ketegasan Trump di mata internasional. "Saya kira dia telah membuktikan kepada dunia apa yang dia inginkan," lanjutnya.
Pasca-penangkapan Maduro, Machado optimistis bahwa Venezuela akan memasuki era baru dan bertransformasi menjadi sekutu terkuat Amerika Serikat di kawasan Amerika Latin. Machado sendiri mengakui sempat berkomunikasi dengan Trump pada Oktober 2025 sesaat setelah pengumuman kemenangan Nobel-nya, meski sejak itu belum ada kontak kembali.
Sementara itu, situasi hukum bagi Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, terus bergulir. Pasangan ini telah dihadirkan di pengadilan federal Amerika Serikat di New York pada Senin (5/1/2026) kemarin.
Keduanya menghadapi dakwaan berat terkait kejahatan narkotika internasional dan kepemilikan senjata ilegal. Setelah pembacaan dakwaan perdana, hakim menjadwalkan sidang lanjutan pada Maret 2026 mendatang.
Penangkapan yang dilakukan oleh pasukan elite AS tersebut menandai berakhirnya kekuasaan Maduro di Venezuela, yang kini berada di ambang transisi politik besar-besaran di bawah pengaruh Washington.
Editor : Sefnat Besie