Jemaat GMIT Syalom Maumolo TTU Diberi Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak Babi

KEFAMENANU, iNewsTTU.id--Paskah Tahun 2023 terasa berbeda dengan tahun sebelumnya seperti yang dirasakan Jemaat GMIT Syalom Maumolo, Klasis TTU.
Jika di tahun sebelumnya masih bergelut dengan ancaman Covid-19 kini maka tahun ini mereka
mempunyai cara tersendiri dalam memaknai perayaan Paskah di tahun 2023.
Selain beribadah, namun juga dilakukan pelatihan pembuatan pakan ternak babi, Minggu (9/4/2023).
Hadir sebagai narasumber sekaligus pelatih pembuatan pakan ternak, yakni Pdt. Vensen F. O. Siar, S.Th, MM yang merupakan Sekretaris Badan Diakonia Sinode GMIT, Ketua Majelis Jemaat Syalom Maumolo, Pdt. Andreas Nubatonis, S.Th., serta jemaat setempat dan para pemuda pelaku peternak babi. Selain pelatihan pakan ternak, juga ada pemberian pemahaman tentang teknologi beternak.
Ketua Majelis Jemaat Syalom Maumolo, Pdt. Andreas Nubatonis, S.Th, menjelaskan, kegiatan tersebut tergerak dari kesadaran akan ancaman resesi ekonomi dan resesi ketahanan pangan yang mengancam kestabilan ekonomi negara dan dampaknya kepada masyarakat.
"Atas kesadaran inilah katong (Kita-red) putuskan dalam persidangan bagian diakonia untuk pengembangan usaha kecil mandiri di lingkup jemaat. Programnya adalah pengembangan ekonomi kreatif dan inovatif. Salah satu pilihan katong adalah pembuatan pakan ternak (babi). Nah katong sepakat untuk kegiatannya berlangsung pada saat paskah ini agar roh kebangkitan Kristus memberi spirit kebangkitan jemaat di tengah situasi sulit sekarang ini," ujarnya.
Wakil Ketua Majelis Klasis TTU ini menyadari bahwa pihaknya tidak bisa berjalan sendiri, untuk itu perlu adanya kolaborasi dengan BDG Sinode GMIT yang memiliki teknologi.
"Tujuannya sederhana bahwa katong ingin membangun ekonomi jemaat yang juga adalah masyarakat. Ekonomi yang katong maksud itu adalah sistem ekonomi yang adaptif, inovatif dan kolaboratif," pungkasnya.
"Bersyukur bahwa melalui pelatihan ini kemudian akan membuka jaringan baru untuk kolaboratif lanjutan. Bahwa para peternak yang sudah ada akan dihubungkan dengan pihak Bank NTT untuk mendapat akses pinjaman merdeka Bank NTT sebagai wujud dukungan terhadap UKM yang akan dibangun di lingkup jemaat," ujarnya.
Pendeta yang merupakan fans klub sepak bola AC Milan ini mempunyai refleksi tersendiri terhadap analisa situasi ekonomi jemaat yang sementara berjuang di tengah situasi resesi yang tidak mudah dan akan berdampak pada banyak sektor, seperti sektor ekonomi, pangan, BBM, situasi tahun suksesi bahkan situasi kesejahteraan jemaat.
"Maka gereja terpanggil untuk menjadi berkat bagi jemaat agar mereka tetap berpengharapan dan tidak kehilangan haluan hidup," ungkapnya.
"Atas dasar inilah Katong isi kegiatan paskah ini dengan pemberdayaan ekonomi kreatif dan inovatif di jemaat. Harapan terbesarnya adalah, bahwa jemaat terbantu dengan harga pakan ternak yang melambung paskah resesi dan berakibat serius bagi kelompok peternak. Pelatihan ini juga merupakan pelatihan pakan yang berkualitas namun bernilai ekonomis sangat rendah," ujarnya.
Editor : Sefnat Besie