KUPANG, iNewsTTU.id – Udara kabur atau haze dalam beberapa hari terakhir terlihat menyelimuti sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk Kota Kupang dan Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Kondisi tersebut membuat jarak pandang dan kejernihan udara tampak menurun. Fenomena ini diduga berkaitan dengan sebaran partikulat asap yang terbawa angin dari sejumlah wilayah.
Berdasarkan Peta Sebaran Titik Panas (hotspot) BMKG pada 7 Oktober 2026, terdeteksi sejumlah titik panas di wilayah NTT dan sekitarnya.
Namun, BMKG mengingatkan bahwa keberadaan titik panas tidak serta-merta menjadi bukti terjadinya kebakaran. Hotspot merupakan indikasi lokasi dengan suhu permukaan yang relatif tinggi yang terdeteksi oleh satelit dan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.
Selain itu, berdasarkan citra satelit Himawari-9, terlihat adanya sebaran partikulat asap hingga wilayah Kota Kupang. Pola pergerakan angin dominan dari arah timur-tenggara menuju barat laut-utara.
Kondisi tersebut memungkinkan partikulat asap dari wilayah tertentu terbawa angin dan mencapai wilayah lainnya.
Ada Lapisan Atmosfer yang Menahan Asap
Bertahannya udara kabur juga dipengaruhi kondisi atmosfer.
Data sounding udara atas dari Stasiun Meteorologi (Stamet) El Tari pada 8 Oktober 2026 menunjukkan adanya dua lapisan stabil atau inversi subsidensi pada ketinggian sekitar 2,8 kilometer dan 3,9 kilometer.
Lapisan inversi tersebut bekerja seperti "tutup" di atmosfer yang menghambat udara dari lapisan bawah untuk bergerak naik secara vertikal.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
