Dulu Andalkan Sumber Air Keruh dari Kali, Kini Warga Feku Mutis Tak Lagi Kesulitan

*Sefnat Besie
Pemerintah daerah adakan air bersih untuk warga Dusun Feku di Pedalaman Mutis. (Foto: Istimewa).

Ritual Hai'nik merupakan tradisi turun-temurun masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan, leluhur, dan alam sekaligus bagian dari upaya menjaga keberadaan sumber mata air.

Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo mengatakan, kunjungannya bersama Wakil Bupati ke lokasi tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung potensi daerah yang selama ini belum banyak tersentuh pembangunan.

Menurutnya, potensi sumber daya alam maupun kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat setempat harus dijaga dan dilestarikan.

"Ini menjadi gambaran bagi kami bahwa masih ada potensi daerah yang belum tersentuh pembangunan. Potensi sumber daya alam dan budaya ini harus tetap kita jaga," ujar Falentinus.

Ia menyebutkan, berdasarkan keterangan tetua adat setempat, kunjungannya bersama Wakil Bupati merupakan kunjungan pimpinan daerah pertama ke sumber mata air tersebut.

Hal itu, kata dia, menjadi sebuah kebanggaan sekaligus pengingat bagi pemerintah daerah untuk memberikan perhatian terhadap wilayah tersebut.

Falentinus menegaskan, keberadaan mata air Oel Keba memiliki arti penting bagi masyarakat karena menjadi salah satu sumber utama kebutuhan air bersih yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun.

Karena itu, ia mengajak masyarakat dan para tetua adat untuk bersama-sama menjaga kelestarian sumber mata air tersebut.

"Mata air ini sangat berarti bagi masyarakat. Karena itu, mari kita sama-sama menjaga dan melestarikannya agar tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya," katanya.

Selain pemenuhan kebutuhan air bersih, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap keberlangsungan budaya dan tradisi masyarakat setempat.

Falentinus mengatakan, dukungan terhadap pelaksanaan ritual adat merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga warisan leluhur dan kekayaan budaya masyarakat TTU.

"Pemerintah daerah sangat mendukung masyarakat dalam melestarikan budaya dan tradisi yang diwariskan oleh leluhur," ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan dan pengelolaan fasilitas air bersih di wilayah tersebut tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat.

Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya menghadirkan sarana dan prasarana dasar yang dibutuhkan masyarakat.

"Di tengah keterbatasan anggaran, pembangunan sarana dan prasarana serta penguatan sumber daya masyarakat harus tetap dilaksanakan," kata Falentinus.

Editor : Sefnat Besie

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network