Di setiap titik operasi—mulai dari Pesisir Rangko, Dusun Capi, Desa Melo, hingga kompleks asrama sekolah—pendampingan psikososial dikemas secara interaktif. Anak-anak diajak bernyanyi, mewarnai, serta mempraktikkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Maria (10), siswi asal Desa Melo, mengaku, "Kemarin-kemarin kalau dengar bunyi keras sedikit saya langsung takut dan mau lari keluar rumah. Tapi hari ini senang sekali bisa main tebak-tebakan sama kakak-kakak polisi dan ibu dokter. Diberi susu dan biskuit juga," tuturnya polos dengan mata berbinar.
Kolaborasi Lintas Sektoral dan Sinergi IASI
Selain aspek psikologis, ancaman penyakit pascabencana turut diantisipasi secara serius. Banyak warga lansia dan pengasuh asrama yang mengalami lonjakan tekanan darah akibat stres dan kelelahan kronis.
Si Dokkes Polres Mabar bersama relawan IASI—organisasi alumni Ursulin yang mengusung semangat "Serviam" (Aku Mengabdi)—turun langsung melakukan pemeriksaan dari pintu ke pintu (door-to-door) bagi warga lansia serta penyandang disabilitas.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
