KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Sebanyak 117 putra-putri terbaik Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) siap bersaing dalam seleksi penerimaan calon anggota Polri tahun 2026.
Mereka telah mengikuti tahapan awal berupa seleksi administrasi yang digelar oleh Polres TTU dengan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).
Proses seleksi ini merupakan bagian dari rekrutmen terpadu Polri untuk menjaring sumber daya manusia (SDM) yang unggul, profesional, dan berintegritas.
Dari total 117 pendaftar, terdiri atas 5 calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol), termasuk satu calon Perwira Polisi Wanita (Polwan).
Selain itu, terdapat 84 calon siswa Bintara, 12 Bintara Polwan, 2 Bintara Intelijen, 2 Bintara Polisi Air (Polair), 1 Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus), 1 Bakomsus Penyidik Polwan, 1 Bintara Polwan Rekrutmen Proaktif (Rekpro), serta 9 Bintara Rekpro wilayah perbatasan.
Untuk memastikan keabsahan data peserta, Polres TTU melibatkan sejumlah instansi terkait. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten TTU melakukan verifikasi data domisili, usia, serta status kewarganegaraan.
Sementara itu, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) turut melakukan pengecekan keaslian ijazah para peserta.
Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, melalui Kepala Bagian SDM, AKP I Wayan Guna, menegaskan bahwa pelibatan instansi eksternal merupakan bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan proses seleksi yang bersih dan dapat dipercaya.
“Kami melibatkan Dinas Pencatatan Sipil untuk pemeriksaan domisili, umur, dan status kewarganegaraan. Sedangkan Dinas PPO melakukan pengecekan terhadap keabsahan ijazah,” ujarnya.
Selain itu, seluruh peserta diwajibkan menandatangani Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen mengikuti seluruh tahapan seleksi secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab sesuai aturan yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, Polres TTU secara konsisten menerapkan prinsip BETAH. Prinsip Bersih diwujudkan dengan menolak segala bentuk kecurangan, pungutan liar, maupun intervensi pihak manapun.
Setiap peserta pun mendapat kesempatan yang sama tanpa diskriminasi.
Prinsip Transparan terlihat dari keterbukaan informasi di setiap tahapan seleksi. Sementara prinsip Akuntabel memastikan seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan hukum.
Adapun prinsip Humanis diwujudkan melalui pelayanan yang ramah, profesional, serta menghargai setiap peserta, sehingga seluruh rangkaian seleksi berlangsung tertib, nyaman, dan berkeadilan.
“Seleksi kali ini berbasis prinsip BETAH; Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis,” tambah AKP I Wayan Guna.
Melalui penerapan prinsip tersebut, diharapkan proses rekrutmen Polri di wilayah TTU dapat menghasilkan calon anggota yang tidak hanya unggul secara akademik dan fisik, tetapi juga memiliki integritas tinggi serta siap menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
