Puncak kegiatan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Danrem 161/Wira Sakti bersama Dandim 1618/TTU, perwakilan pemerintah daerah, dan pemerintah desa.
Prosesi tersebut disaksikan masyarakat yang tampak antusias karena pembangunan jembatan ini telah lama dinantikan.
Dalam keterangannya, Brigjen TNI Hendro Cahyono menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program infrastruktur di wilayah Korem 161/Wira Sakti, yang mencakup pembangunan jembatan perintis hingga jembatan beton.
“Dari total alokasi di wilayah Kodam IX/Udayana, Korem 161/Wira Sakti mendapatkan 13 titik pembangunan jembatan, dan Kabupaten TTU memperoleh satu titik yang berlokasi di Desa Kiuola,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh pembangunan jembatan dilaksanakan secara serentak dengan target penyelesaian sekitar 30 hari. Diharapkan, jembatan ini segera dimanfaatkan masyarakat untuk memperlancar mobilitas dan mendorong aktivitas ekonomi.
Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bantuan dari Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk perhatian terhadap peningkatan konektivitas, khususnya di wilayah pedesaan.
Danrem juga mengaku terharu setelah mendengar langsung cerita warga yang telah lama menantikan pembangunan jembatan tersebut. Bahkan, ada warga lanjut usia yang mengaku menunggu hingga puluhan tahun agar jembatan penghubung antarwilayah itu dapat terwujud.
“Anak-anak sekolah juga sangat senang, karena nanti mereka bisa berangkat ke sekolah dengan lebih aman,” ungkapnya.
Sementara itu, Dandim 1618/TTU Letkol Arm Didit Prasetyo Purwanto menambahkan, selama ini masyarakat harus menghadapi risiko saat menyeberangi sungai, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat.
“Dengan adanya Jembatan Perintis Garuda ini, akses akan lebih aman dan mobilitas warga semakin lancar, baik untuk anak sekolah, petani, maupun aktivitas sosial lainnya,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga semangat gotong royong serta bersama-sama mendukung pembangunan jembatan sebagai simbol kebersamaan dalam membangun daerah menuju kesejahteraan.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
