KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Kamilus Elu, dalam sebuah upacara yang berlangsung di Makodim 1618/TTU, Selasa (10/2/2026).
Upacara pembukaan tersebut turut dihadiri Kasiter Korem 161/Wirasakti Kupang, Kolonel Infanteri Pedro Soares Sarmento, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, aparat kecamatan dan desa, kepala sekolah, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati TTU Kamilus Elu menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan momentum penting untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong yang menjadi akar budaya bangsa.
“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi membangun kebersamaan, membangkitkan semangat gotong royong sebagai fondasi utama pembangunan bangsa,” ujar Kamilus.
Ia menjelaskan, TMMD ke-127 mengusung tema “Satu Langkah Membangun Negeri dari Desa”, yang mengandung pesan filosofis bahwa pembangunan nasional tidak akan berjalan optimal tanpa penguatan desa sebagai fondasi utama.
“Desa adalah ujung tombak kesejahteraan sekaligus benteng pertahanan kedaulatan negara, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kabupaten TTU,” tegasnya.
Pada pelaksanaan TMMD kali ini, Kodim 1618/TTU bersama pemerintah daerah memfokuskan sasaran kegiatan di Desa Sunkaen, Kecamatan Bikomi Nilulat, dengan prioritas pembangunan empat ruang kelas baru (RKB) di SMA Negeri Bikomi Nilulat.
Wabup juga meminta dukungan penuh dari camat, kepala desa, serta masyarakat Desa Sunkaen agar menyambut dan membantu Satgas TMMD, termasuk dengan menampung personel TMMD di rumah warga.
“Dengan dukungan masyarakat, Satgas TMMD dapat bekerja lebih maksimal sehingga gedung sekolah ini bisa dimanfaatkan oleh anak cucu kita dalam jangka panjang,” tambahnya.
Sementara itu, Kasiter Korem 161/Wirasakti Kupang Kolonel Inf Pedro Soares Sarmento menegaskan bahwa dedikasi TNI menembus batas wilayah merupakan bentuk nyata pengabdian kepada negara, sekaligus motor penggerak pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Pra-TMMD Sudah Dimulai Sejak Januari
Sebelumnya, Kodim 1618/TTU telah memulai kegiatan Pra-TMMD ke-127 sejak Rabu (28/1/2026), diawali dengan pembukaan lahan pembangunan empat ruang kelas baru SMAN Bikomi Nilulat.
Pembangunan tersebut diharapkan mampu menjawab keterbatasan sarana pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia generasi muda di wilayah perbatasan.
Program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana pemerataan pembangunan, penguatan sinergi lintas sektor, serta pembentukan karakter, disiplin, dan kebersamaan masyarakat.
Sekolah Kekurangan Ruang Kelas Sejak Lama
Plt. Kepala SMA Negeri Bikomi Nilulat, Florita K. Keke, menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya sekolah tersebut sebagai lokasi TMMD.
Ia menjelaskan, sejak berdiri pada tahun 2011, sekolah tersebut belum pernah mendapatkan sentuhan pembangunan ruang kelas yang memadai.
“Kami hanya memiliki tiga ruang permanen. Satu dijadikan perpustakaan, satu ruang kepala sekolah dan guru, dan satu ruang kelas. Selebihnya sangat terbatas,” ungkap Florita.
Pada tahun 2024, lanjutnya, orang tua siswa bersama komite sekolah secara swadaya membangun ruang darurat untuk menampung siswa. Kehadiran TMMD menjadi harapan besar bagi peningkatan kualitas pendidikan di perbatasan.
“Dengan keterlibatan TNI, ini menjadi kekuatan besar bagi kami. Pendidikan di perbatasan harus terus berjalan karena wilayah ini adalah serambi negara,” tegasnya.
Saat ini, SMAN Bikomi Nilulat memiliki 18 guru dan 90 siswa, meningkat dari 78 siswa pada tahun sebelumnya.
Dengan pelaksanaan TMMD ke-127 ini, diharapkan sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu menghadirkan manfaat nyata bagi dunia pendidikan serta mendorong kesejahteraan masyarakat perbatasan secara berkelanjutan.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
