SUMBA BARAT DAYA, iNewsTTU.id – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) melalui Batalyon C Pelopor Satbrimob membangun jembatan darurat di Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya. Langkah ini dilakukan sebagai solusi sementara atas rusaknya jembatan lama yang selama ini menjadi akses vital masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah.
Pembangunan jembatan darurat dilaksanakan pada Jumat (6/2/2026) di dua titik, yakni Desa Kadiwano dan Desa Pada Eweta. Sejak pukul 07.30 WITA, sebanyak 23 personel Batalyon C Pelopor yang dipimpin langsung Komandan Batalyon C Pelopor, KOMPOL Dennis Y. N. Leihitu, S.H., turun ke lapangan dan bekerja bersama masyarakat setempat.
Sebelum bergerak ke lokasi, apel pengecekan personel digelar di Mako Batalyon C Pelopor dan dipimpin oleh Danton 3 Kompi 1 Yon C Por, AIPTU M. Wake.
Selanjutnya, pada pukul 07.45 WITA, personel diberangkatkan menggunakan dua unit kendaraan dinas, yakni satu unit truk Isuzu R6 dan satu unit Isuzu D-Max, dipimpin oleh Wakil Komandan Kompi 1 Yon C Por, IPTU Anton Raja.
Setibanya di lokasi, personel Brimob bersama warga langsung melakukan pembangunan jembatan darurat menggunakan material kayu mahoni dan jati, paku, serta peralatan pendukung seperti chainsaw.
Jembatan ini diharapkan dapat segera menunjang mobilitas warga dan kelancaran aktivitas pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sumba Barat Daya bersama rombongan turut meninjau langsung proses pembangunan. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya, Paulina Kasiani Maghu, S.Pt., serta Asisten Pemerintahan dan Kesra, Christofel Horo, S.H.
Rombongan disambut oleh KOMPOL Dennis Y. N. Leihitu sebelum kembali ke Rumah Jabatan Bupati.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si. melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat.
“Pembangunan jembatan darurat ini merupakan wujud kehadiran Polri dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Akses penghubung sangat vital, terlebih bagi anak-anak sekolah. Polda NTT berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat, khususnya di wilayah terdampak kerusakan infrastruktur,” ujar Kombes Pol Henry.
Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong yang terjalin antara personel Brimob dan masyarakat setempat.
“Sinergi yang solid ini menjadi kunci kelancaran pembangunan dan mempererat hubungan Polri dengan masyarakat,” tambahnya.
Usai kegiatan hari pertama, seluruh personel kembali ke Mako Batalyon C Pelopor dipimpin langsung oleh KOMPOL Dennis Y. N. Leihitu. Apel pengecekan akhir dipimpin oleh Danton 1 Kompi 1 Yon C Por, IPDA Yakub Dappalangga.
Hingga akhir kegiatan, pembangunan jembatan darurat berjalan aman dan lancar. Namun, jembatan tersebut belum dapat digunakan karena pengerjaan belum rampung dan akan dilanjutkan pada hari berikutnya.
Polda NTT berharap, jembatan darurat ini segera dapat difungsikan untuk membuka kembali akses masyarakat serta mendukung aktivitas sosial dan pendidikan warga di Desa Kadiwano dan Desa Pada Eweta, Kecamatan Wewewa Timur.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
