Dinkes TTU Turunkan Tim Investigasi Kasus Dugaan Keracunan MBG di Kota Kefamenanu

*Sefnat Besie
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT Basilius Funan Haumein. Foto istimewa

KefamenanuiNewsTTU.id — Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT Basilius Funan Haumein, memastikan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa belasan anak di Desa Peboko, Kecamatan Kefamenanu, Kamis kemarin. 

Menurut Basilius, setelah laporan diterima, Dinas Kesehatan langsung menurunkan tim investigasi gabungan ke lokasi kejadian.

“Setelah kita mendapatkan laporan, tindakan pertama yang kami lakukan adalah menurunkan tim untuk investigasi. Tim terdiri dari Dinas Kesehatan, Laboratorium, dan juga Puskesmas Sasi,” jelasnya.

Sampel Makanan dan Muntahan Sudah Dikirim ke Lab Provinsi

Dalam proses investigasi, tim juga langsung melakukan pengambilan sampel untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

“Kita ambil sampel makanan dan sampel muntahan dari dua anak yang mengalami mual dan muntah. Pengambilan dilakukan di rumah sakit,” ujarnya.

Seluruh sampel tersebut telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Provinsi pada pukul 18.12 WITA, dan saat ini hasilnya masih menunggu.

“Nanti kami konfirmasi untuk percepat hasilnya, karena itu sangat dibutuhkan untuk menentukan tindak lanjut,” tambahnya.

Penanganan dan Deteksi Kasus Susulan

Selain menangani korban yang mengalami gejala muntah, mual, dan kulit memerah, Dinkes juga melakukan deteksi kasus ikutan untuk memastikan tidak ada korban tambahan.

“Diagnosa apakah itu keracunan makanan atau alergi ditegakkan oleh dokter,” tegas Basilius.

Dinkes Perketat Pengawasan SPPG agar Kejadian Tidak Terulang

Pasca-kejadian, Dinas Kesehatan telah melaporkan kasus ini kepada Bupati TTU dan Sekda, dan menerima instruksi untuk memperkuat langkah pengawasan.

“Kami sudah rapat evaluasi bersama Satgas. Kita akan melakukan investigasi lanjutan dan memperketat pengawasan terhadap seluruh SPPG,” kata Basilius.

Beberapa langkah pengawasan yang akan dilakukan antara lain:

Pemeriksaan kesehatan karyawan SPPG

Penilaian kepatuhan terhadap SOP pengolahan dan distribusi makanan

Rekomendasi penyediaan food safety rapid test kit, alat untuk mendeteksi keamanan makanan secara cepat sebelum dibagikan

“Pertemuan tadi diikuti semua Satgas yang bertugas di bidang pengawasan,” tambahnya.

Sebelumnya Diberitakan

Sebanyak 12 anak di Peboko mengalami gejala diduga keracunan setelah mengonsumsi MBG. Mereka berasal dari beberapa satuan pendidikan:

SDK Peboko: 9 anak

SDN Gua Aplasi: 1 anak

SDK Kefamenanu: 1 anak

PAUD Kensulat: 1 anak


Sumber MBG berasal dari SPPG Dapur Lux Veritas Abadi, Kefamenanu Tengah 2, Jl. Diponegoro, Kelurahan Kefa Tengah.

Hingga Rabu malam, dua anak tambahan kembali masuk RSUD, sehingga total korban menjadi 14 anak.

Seluruh korban sudah menjalani perawatan medis dan dalam penanganan dokter RSUD Kefamenanu dan semuanya sudah kembali ke rumah masing-masing. 

 

Editor : Sefnat Besie

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network