Drainase Tersumbat Picu Genangan, Ini Upaya Camat Kota dan Yon TP Biinmaffo
KEFAMENANU, iNewsTTU.id– Pemerintah Kecamatan Kota Kefamenanu bersama personel TNI dari Yonif TP 877/Biinmaffo menggelar karya bakti membersihkan saluran drainase yang tersumbat di Kelurahan Kefamenanu Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Senin (26/10/2026).
Karya bakti tersebut dilakukan menyusul genangan air yang merendam sejumlah rumah warga akibat hujan pada Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini melibatkan Camat Kota Kefamenanu Lidya Laklo, pegawai Kelurahan Kefamenanu Selatan, serta 35 personel Yonif TP 877/Biinmaffo.
Pembersihan drainase dilakukan untuk memperlancar aliran air dan mengurangi risiko genangan di kawasan permukiman warga saat hujan.
Camat Kota Kefamenanu, Lidya Laklo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat mengenai luapan air dari saluran drainase yang menggenangi rumah warga.
“Pada hujan pertama Sabtu lalu, drainase tidak berfungsi dengan baik sehingga terjadi genangan air yang merendam beberapa rumah warga. Karena itu, pihak kelurahan mengambil inisiatif untuk melakukan kerja bakti,” kata Lidya.
Ia mengapresiasi keterlibatan personel Yonif TP 877/Biinmaffo yang bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam merespons keluhan masyarakat.
Menurut Lidya, pembersihan drainase merupakan langkah awal yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan genangan.
Sementara itu, penanganan lebih lanjut akan dikoordinasikan dengan dinas teknis terkait.
“Kami melibatkan teman-teman dari Yonif TP 877/Biinmaffo sebagai upaya merespons keluhan masyarakat, terutama terkait penanggulangan bencana. Kami akan tetap berkoordinasi dengan dinas teknis untuk penanganan lebih lanjut. Namun, langkah awal yang bisa dilakukan saat ini adalah membersihkan saluran drainase,” ujarnya.
Selain membersihkan saluran air, Lidya mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, terutama dengan membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah organik maupun anorganik.
Ia menilai, kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat mengganggu fungsi drainase dan memperbesar risiko genangan ketika hujan turun.

Lidya juga menyoroti keterbatasan fasilitas tempat sampah di sejumlah fasilitas umum, khususnya kawasan terminal yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.
Pemerintah kecamatan, kata dia, akan berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk mengupayakan penyediaan tempat penampungan sampah sementara, baik permanen maupun portabel.
Meski pengelolaan terminal tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi, ia menilai koordinasi lintas instansi tetap diperlukan untuk menjaga kebersihan kawasan.
Lidya turut mengapresiasi para pengemudi ojek di pangkalan terminal yang berinisiatif membersihkan sampah secara mandiri setiap hari meskipun fasilitas pembuangan sampah masih terbatas.
Ia bahkan mengaku telah berkomunikasi dengan para pengemudi ojek terkait rencana pemberian penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian mereka terhadap kebersihan lingkungan.
“Nilainya mungkin tidak seberapa, tetapi kami ingin memberikan sesuatu sebagai bentuk perhatian dan ucapan terima kasih karena mereka berinisiatif menjaga kebersihan terminal tanpa harus diperintah atau diminta,” katanya.
Sementara itu, Perwira Penerangan Yonif TP 877/Biinmaffo, Letda Inf. Ivander Junialdi Pasambe, S.Tr.(Han), mengatakan pihaknya mengerahkan 35 personel untuk membantu pemerintah kecamatan dan Kelurahan Kefamenanu Selatan membersihkan saluran drainase.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya dampak hujan yang menyebabkan luapan air ke permukiman.
“Karya bakti ini merupakan tindak lanjut dari hujan pada Sabtu lalu yang mengakibatkan luapan air merendam rumah warga. Kami membantu membersihkan selokan agar aliran air ke depan lebih lancar sehingga genangan yang merendam permukiman warga dapat dicegah,” ujar Ivander.
Melalui karya bakti tersebut, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan TNI berharap fungsi drainase kembali optimal sehingga risiko genangan di permukiman warga dapat dikurangi.
Editor: Sefnat Besie