Gagal Jadi Pramugari karena Tak Direstui Orang Tua, Arifany Nur Safitri Kini Sukses Jadi MC
MALANG, iNewsTTU.id – Arifany Nur Safitri, perempuan asal Kota Probolinggo, Jawa Timur, memiliki perjalanan karier yang menarik. Sempat diterima di sekolah profesi pramugari Pratiwi Sky sebelum lulus SMK, impiannya menjadi awak kabin harus kandas karena tidak mendapat restu orang tua.
Namun, kegagalan tersebut tidak membuat perempuan yang akrab disapa Fani itu berhenti mengejar impian. Ia justru menemukan jalan lain untuk mengembangkan potensi diri hingga kini dikenal sebagai master of ceremony (MC) profesional yang mampu membawakan berbagai jenis acara.
Mulai dari forum pemerintahan, acara perusahaan, gala dinner bersama pejabat negara, hingga konser musik, Fani terbiasa tampil di hadapan beragam kalangan dengan karakter acara yang berbeda.
“Dulu sebelum lulus SMK sudah diterima di sekolah pramugari. Tapi karena tidak dapat restu orang tua, akhirnya tidak diambil,” kenang Fani.
Perempuan kelahiran Probolinggo, 3 Oktober 1998, tersebut mengaku mulai mengenal dunia panggung sejak masih duduk di bangku sekolah. Pengalaman itu menjadi modal awal untuk mengasah kemampuan komunikasi, membangun kepercayaan diri, serta beradaptasi dengan lingkungan baru.
Berawal dari Paskibraka dan Dunia Modelling
Bakat Fani dalam kegiatan publik mulai terasah ketika bersekolah di SMPN 4 Kota Probolinggo. Kemampuannya semakin berkembang saat menempuh pendidikan di SMK Kesehatan Bhakti Indonesia Medika.
Pada 2015–2016, Fani tercatat sebagai anggota Paskibraka Kota Probolinggo. Ia juga meraih gelar Putri Kesehatan Favorit 2016 dalam ajang Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang digelar RSUD dr. Moh. Saleh.
Sebelumnya, Fani pernah mengikuti ajang Duta Kesehatan dan meraih Juara Harapan I pada 2014–2015. Pada 2016, ia juga memperoleh penghargaan Remaja Aktif dari Puskesmas Jati.
Selain aktif dalam berbagai kegiatan tersebut, Fani sempat menekuni dunia modelling bersama Cakep Management, yang kini dikenal sebagai RAMS.
“Awalnya coba-coba, memberanikan diri terjun ke dunia entertainment. Ternyata keterusan sampai sekarang jadi hobi yang dibayar,” ujarnya.
Dari pengalaman modelling dan berbagai kegiatan publik, Fani kemudian semakin serius mengembangkan kemampuan sebagai pembawa acara profesional.
Pernah Satu Panggung dengan Kaka Slank hingga Anji
Karier Fani sebagai MC terus berkembang. Ia tidak hanya dipercaya membawakan acara hiburan, tetapi juga berbagai kegiatan resmi yang menuntut kemampuan komunikasi dan pemahaman protokol.
Fani pernah menjadi moderator Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Probolinggo. Ia juga berpengalaman memandu gala dinner bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang saat itu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Di dunia hiburan, Fani pernah satu panggung dengan Kaka Slank dalam kegiatan penanaman mangrove di Alas Purwo, Banyuwangi. Ia juga menjadi MC dalam acara Pasuruan Ambyar 2024 yang menghadirkan Anji, mantan vokalis Drive.
Pengalamannya semakin luas melalui kolaborasi dengan sejumlah praktisi hiburan, di antaranya Chandra Jamil dari JTV dan Helmi Kurniawan, pendiri Kahaf Brothers.
Menurut Fani, menjadi MC dalam acara yang menghadirkan bintang tamu nasional memiliki tantangan tersendiri. Seorang pembawa acara harus mampu menjaga suasana tetap menarik tanpa mengabaikan profesionalitas dan alur kegiatan.
“Paling menantang itu kalau satu panggung sama bintang tamu nasional. Kita harus jaga vibe acara tetap asyik tapi tetap profesional,” katanya.
Telah Memandu Lebih dari 160 Acara
Sepanjang perjalanan kariernya, Faniy telah memandu lebih dari 160 kegiatan dari berbagai sektor. Pengalamannya mencakup acara pemerintahan, korporasi, hiburan, olahraga, pendidikan, budaya, hingga kegiatan sosial dan keagamaan.
Di sektor pemerintahan, ia pernah memandu Musrenbang RKPD Kabupaten Probolinggo, peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo, Deklarasi Kampanye Damai Pilkada, Kirab Maskot Pilkada Serentak, hingga pelantikan pengurus DPD Partai NasDem Kota Probolinggo.
Sementara di sektor korporasi, Fani pernah terlibat dalam kegiatan PT HM Sampoerna Tbk, PT PLN Nusantara Power UP Paiton, Pertamina Gas OEJA, Bank Jatim, Telkomsel, Unilever, PT Syngenta Indonesia, serta berbagai kegiatan Mitsubishi dan Honda.
Di panggung hiburan dan budaya, ia turut memandu Pasuruan Ambyar, Probolinggo Night Culture Festival, Festival Rawat Budaya Pendalungan, Rengganis Carnival 7 Lakes Festival, Semipro, hingga Ketapang Night Culture Festival 2026.
Fani juga memiliki pengalaman dalam kegiatan olahraga dan komunitas, seperti Bondowoso Night Run, Water Run 2025, parade Vario 160, Honda PCX Day, serta Festival Dayung Perahu Naga 2026.
Pengalaman lainnya meliputi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Gebyar Pendidikan Inklusif, Gebyar PAUD, Hari Guru Nasional, acara pernikahan, seminar, pelatihan, peluncuran produk, hingga kegiatan keagamaan seperti Safari Ramadan dan halal bihalal.
Ragam pengalaman tersebut memperkuat kemampuannya membawakan acara lintas genre, baik dalam suasana formal maupun hiburan.
Menjalankan Bisnis di Luar Kesibukan sebagai MC
Di tengah kesibukan di dunia panggung, Fani juga menekuni dunia usaha. Ia ikut mengelola toko material serta menjalankan bisnis pembuatan kado atau gift. Selain itu, ia terlibat dalam pemasaran produk pelangsing tubuh dan usaha camilan.
Beragam aktivitas tersebut membuatnya harus mampu membagi waktu antara pekerjaan sebagai MC dan pengelolaan bisnis.
Bagi Fani, kedua bidang tersebut memiliki tantangan berbeda. Profesi MC menjadi ruang untuk mengaktualisasikan diri dan menyalurkan minat di bidang komunikasi, sedangkan bisnis membutuhkan konsistensi dalam pengelolaan dan pelayanan.
“MC itu aktualisasi diri, kalau bisnis itu soal konsistensi manajemen. Dua-duanya harus jalan seimbang,” tuturnya.
Dalam keseharian, Fani mengaku lebih nyaman mengenakan busana kasual dan menyempatkan diri berolahraga ringan di sela aktivitasnya.
Berharap Probolinggo Semakin Berkembang
Di balik perjalanan kariernya, Fani menyimpan harapan agar Kota Probolinggo terus berkembang dan memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi serta melahirkan gagasan baru.
“Semoga Probolinggo makin rukun dan makin banyak inovasi untuk mengatasi tantangan kota ke depan,” ucapnya.
Perjalanan Fani menunjukkan bahwa jalan menuju kesuksesan tidak selalu sesuai dengan rencana awal. Meski impian menjadi pramugari tidak terwujud, ia mampu menemukan peluang lain melalui dunia komunikasi, hiburan, dan bisnis.
Dengan pengalaman memandu lebih dari 160 kegiatan, Fani terus mengembangkan diri sebagai MC profesional yang mampu beradaptasi dengan berbagai kebutuhan acara.
Editor: Sefnat Besie