Kartu Kredit Indonesia Bank Lokal Diluncurkan di HUT ke-104 Kota Kefamenanu
KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Yosep Falentinus Delasalle Kebo menegaskan bahwa pembangunan Kota Kefamenanu tidak cukup hanya diukur dari kemajuan fisik, infrastruktur maupun pelayanan publik. Menurutnya, kemajuan harus berjalan seiring dengan penguatan karakter, budaya, persaudaraan dan nilai-nilai kehidupan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Bupati Yosep dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-104 Kota Kefamenanu, Selasa (22/9/2026).
Mengusung tema “Berakar dalam Budaya, Bertumbuh untuk Masa Depan”, Bupati Yosep mengajak seluruh masyarakat menjadikan Kefamenanu sebagai Kota Beradat, yakni kota yang Bersih, Agamis, Damai, Aman dan Tenteram.
Ia menegaskan, Kota Beradat bukan sekadar slogan pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kota yang damai membutuhkan masyarakat yang mampu menyelesaikan persoalan dengan bijaksana, menghindari permusuhan, dan mengutamakan dialog serta persaudaraan,” tegas Bupati Yosep.
Menurutnya, kota yang aman membutuhkan kepedulian bersama, ketaatan terhadap aturan serta kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat.
Sementara itu, suasana tenteram hanya dapat terwujud apabila setiap warga merasa dihargai, terlindungi dan memiliki kesempatan untuk hidup secara layak.
Bupati Yosep juga menekankan pentingnya menjaga nilai budaya Atoen Meto yang mengajarkan persatuan, kepedulian, solidaritas dan etos kerja.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai menghidupkan nilai-nilai tersebut dari lingkungan terkecil.
“Marilah kita mulai dari diri sendiri, dari keluarga kita, dari lingkungan tempat tinggal kita, dan dari tempat kita bekerja. Sebab, Kota Beradat tidak akan terwujud hanya melalui kebijakan pemerintah,” katanya.
Ia menambahkan, Kota Beradat akan menjadi kenyataan apabila nilai-nilainya hidup dalam hati, pikiran dan tindakan seluruh masyarakat.
Maju Tanpa Kehilangan Jati Diri
Dalam momentum HUT ke-104 tersebut, Bupati Yosep juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan modernisasi sebagai alasan untuk meninggalkan identitas budaya daerah.
Menurutnya, pembangunan boleh menghadirkan kota yang semakin modern, pelayanan publik yang semakin baik, pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi. Namun, seluruh proses tersebut harus tetap berpijak pada nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
“Sebuah kota tidak hanya dinilai dari bangunan yang berdiri megah, jalan yang semakin baik, atau fasilitas yang semakin lengkap. Kota juga dinilai dari karakter masyarakatnya, dari cara warganya memperlakukan sesama,” ujarnya.
Ia menyebut prinsip Nekaf Mese, Ansaof Mese sebagai nilai persatuan dan persaudaraan, Mafit ma Matop sebagai nilai solidaritas, serta Meup On Ate, Tah On Usif sebagai nilai etos kerja dan tanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, harus menjadi pegangan seluruh masyarakat, terutama aparatur sipil negara (ASN) dan jajaran pemerintah daerah dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Bekerja dengan hati, melayani dengan sungguh-sungguh, serta melaksanakan tanggung jawab secara disiplin dan profesional,” pesannya.
Kefamenanu Rumah Bersama
Bupati Yosep juga menyoroti keberagaman masyarakat yang hidup di Kota Kefamenanu.
Menurutnya, Kefamenanu dan TTU merupakan rumah bersama yang dihuni masyarakat dari berbagai suku dan daerah di Indonesia. Keberagaman tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan sosial, ekonomi, budaya dan pembangunan daerah.
Karena itu, semangat “Salu Miomaffo – Kuluan Ma Maubes” atau Sonaf Besi harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat tersebut, katanya, harus tercermin melalui sikap menerima perbedaan, menghormati sesama, menjaga kerukunan serta memberikan ruang bagi setiap warga untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
Bupati Yosep menilai keberagaman itu terlihat dalam pelaksanaan karnaval budaya yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-104 Kota Kefamenanu.
“Kita ingin Kota Kefamenanu menjadi kota yang membuat setiap orang merasa diterima, dihargai, dan memiliki tempat untuk bertumbuh,” katanya.
Dorong Kesadaran Bayar Pajak
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Yosep mengajak masyarakat dan pelaku usaha meningkatkan kesadaran serta kepatuhan membayar pajak.
Menurutnya, pajak menjadi salah satu sumber penting dalam membiayai pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ia pun mengajak masyarakat membangun semangat bersama bahwa taat pajak berarti ikut mendorong pembangunan daerah.
“Dengan pengelolaan keuangan yang tertib dan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan, kita memperkuat fondasi pembangunan untuk mewujudkan Kefamenanu yang semakin maju dan sejahtera,” ujarnya.
Pada puncak HUT ke-104 Kota Kefamenanu juga dilakukan peluncuran Kartu Kredit Indonesia (KKI) Bank NTT serta penyerahan penghargaan kepada para wajib pajak yang dinilai taat memenuhi kewajibannya.
Bupati Yosep menyebut peluncuran KKI Bank NTT diharapkan dapat mendukung pengelolaan keuangan pemerintah agar semakin tertib, efektif, transparan dan akuntabel.
Sementara penghargaan kepada wajib pajak merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap masyarakat yang ikut memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
Menutup sambutannya, Bupati Yosep mengajak masyarakat menjadikan momentum HUT ke-104 sebagai kesempatan untuk melihat kembali perjalanan sejarah sekaligus memperbarui tekad membangun Kefamenanu.
“Kenalilah sejarahmu, cintailah budayamu, dan jadilah generasi yang mampu membawa daerah ini melangkah lebih jauh tanpa kehilangan jati dirinya,” pungkasnya.
Ia kemudian menyampaikan selamat HUT ke-104 Kota Kefamenanu dan menegaskan bahwa masa depan Kefamenanu merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.
“Kota ini adalah rumah kita bersama. TTU adalah tanggung jawab kita bersama dan masa depannya harus kita bangun bersama,” tutup Bupati Yosep.
Editor: Sefnat Besie