Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tiga Terdakwa Kasus Garam Curah Sabu Raijua 2018 Divonis Penjara
Advertisement . Scroll to see content

Tewas Ditembak KKB di Papua, Jenazah Dokter Hewan Asal NTT Dipulangkan dengan Pesawat Polri

Minggu, 13 September 2026 | 06:53 WIB
  • author *Sefnat Besie
Tewas Ditembak KKB di Papua, Jenazah Dokter Hewan Asal NTT Dipulangkan dengan Pesawat Polri
Jenazah Dokter Hewan korban KKB di Papua Asal NTT Dipulangkan dengan Pesawat Polri. (Foto: Istimewa)

LABUAN BAJO, iNewsTTU.id – Jenazah dokter hewan, drh. Alfonsius Albinus Meha (35), korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jenazah Alfonsius tiba di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Sabtu (12/9/2026) siang, setelah diterbangkan menggunakan pesawat komersial Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6331 dari Makassar melalui Denpasar.

Setibanya di Labuan Bajo sekitar pukul 12.42 WITA, peti jenazah langsung mendapat pengawalan personel kepolisian. Proses penurunan peti dari kompartemen kargo dilakukan sekitar pukul 12.45 WITA.

Selanjutnya, sekitar pukul 12.55 WITA, peti jenazah dipindahkan ke pesawat dinas Polri jenis Cassa 212-200 dengan nomor registrasi P-4101 untuk melanjutkan perjalanan menuju Maumere.

Pengawalan dan proses pemindahan jenazah melibatkan personel Satpolairud Polres Manggarai Barat, Ditpolairud Polda NTT, Korpolairud Baharkam Polri serta Otoritas Bandara Internasional Komodo.

Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang mengatakan penggunaan pesawat Polri dilakukan karena tidak tersedia penerbangan komersial menuju Maumere pada hari tersebut.

"Karena tidak ada penerbangan komersial menuju Maumere hari ini, Bapak Kapolda NTT langsung menginstruksikan penggunaan pesawat Polri untuk mengantar jenazah almarhum," ujar Christian, Sabtu (12/9/2026).

Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan bentuk penghormatan terakhir Polri kepada almarhum sekaligus upaya membantu keluarga agar jenazah dapat segera tiba di rumah duka.

"Pengawalan dan fasilitasi penerbangan ini merupakan bentuk penghormatan terakhir serta komitmen Polri kepada almarhum dan pihak keluarga. Kami ingin memastikan seluruh rangkaian proses transit dan pemindahan jenazah berjalan aman, tertib dan khidmat," katanya.

Sementara itu, pihak keluarga menyampaikan apresiasi kepada Polri dan seluruh pihak yang telah membantu perjalanan terakhir Alfonsius dari Papua hingga ke NTT.

Iwan (38), perwakilan keluarga, mengaku terharu atas bantuan yang diberikan, terutama penggunaan pesawat Polri untuk mempercepat proses pemulangan jenazah.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu proses kepulangan saudara kami dari Papua hingga tiba di Maumere. Secara khusus, kami menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atas bantuan armada pesawat Polri," ujar Iwan.

Sebelumnya tiga korban ini adalah ASN yang bertugas di Papua di antaranya, Wili Mbuik (26) – Pegawai/CPNS Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, berasal dari Rote Ndao (Kupang), Nusa Tenggara Timur.

drh. Alfonsius Albinus Meha (35) – Dokter hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, berasal dari Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Aprida Rapi (49) – Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, berasal dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Editor: Sefnat Besie

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut