Prihatin! Bupati TTU Temukan Siswa SD-SMP Tak Bisa Berbahasa Dawan
KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Yoseph Falentinus Delasalle Kebo menyoroti fenomena anak-anak usia sekolah yang tidak lagi mampu berbahasa Dawan, meski bahasa tersebut masih menjadi salah satu bahasa komunikasi yang digunakan masyarakat TTU dalam kehidupan sehari-hari.
Hal itu disampaikan Bupati Yoseph saat berbicara di hadapan para guru dan peserta didik. Ia mengaku prihatin setelah menemukan adanya siswa SD dan SMP yang tidak memahami maupun tidak mampu menggunakan bahasa Dawan dalam percakapan.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena bahasa Dawan merupakan bagian dari identitas dan budaya masyarakat TTU yang perlu terus dilestarikan, terutama melalui lingkungan keluarga.
“Anak lahir besar di sini, orang-orang Indonesia ini. Kalian kenapa hidup saja?” ujar Yoseph dalam pesannya kepada peserta didik.
Ia menegaskan, penggunaan bahasa daerah tidak semestinya ditinggalkan. Apalagi, bahasa Dawan masih digunakan oleh orang tua ketika berkomunikasi di lingkungan keluarga.
Bupati meminta sekolah dan para orang tua ikut mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah.
Menurutnya, pendidikan tentang bahasa dan budaya lokal tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga harus dimulai dari rumah.
Ia bahkan mengingatkan agar generasi muda tidak merasa malu menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini memalukan. Tidak boleh kamu jadi lagi seperti itu, harus tau bahasa kita, ” tegasnya.
Yoseph berharap sekolah dapat memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengenal dan menggunakan bahasa daerah, sehingga bahasa Dawan tidak semakin tergerus oleh perkembangan zaman.
Selain menyoroti persoalan bahasa daerah, dalam kesempatan tersebut Bupati TTU juga menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah bagi peserta didik.
Bantuan tersebut berupa tas, buku dan seragam sekolah yang diserahkan secara simbolis kepada perwakilan siswa.
Bantuan itu nantinya diperuntukkan bagi seluruh peserta didik yang menjadi penerima manfaat, dengan total mencapai 18.244 siswa SD dan SMP di Kabupaten TTU.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten TTU dalam mendukung kebutuhan pendidikan sekaligus meringankan beban keluarga dalam memenuhi perlengkapan sekolah anak.
Editor : Sefnat Besie