Anak-anak Korban Gempa di Nagekeo Titip Pesan, Jangan Biarkan Rumah Belajar Mereka Hilang
Anak-anak TK, SD, SMP hingga masyarakat umum menjadi bagian dari aktivitas di dalamnya. Ada ruang multimedia, akses informasi digital, serta berbagai kegiatan yang diarahkan untuk pengembangan sumber daya manusia.
“Konsep kantor kita ini adalah rumah peradaban dan laboratorium sumber daya manusia. Sehingga ketika kantor ini jadi banyak aktivitas baik itu dari anak-anak TK, SD, SMP sampai masyarakat," ujarnya.
Karena itu, kerusakan gedung membuat pelayanan ikut terdampak. Ruang yang sebelumnya menjadi tempat anak-anak membaca dan berkegiatan kini tidak dapat dipakai sebagaimana mestinya.
"Kemudian ada kegiatan inklusi. Ini kami istilahkan semacam hub di Nagekeo," lanjutnya.
Seri masih mengingat bagaimana kabar kerusakan itu pertama kali sampai kepadanya ketika gempa terjadi.
Saat itu ia sedang berada di rumah. Seorang rekannya yang tinggal tak jauh dari kantor menghubunginya setelah melihat bangunan bergoyang dan mengalami kerusakan.
Ia kemudian bergegas menuju lokasi.
Di dalam gedung, sejumlah fasilitas dan perabot mengalami kerusakan parah. Beberapa komputer yang berada di lantai bawah masih dapat diselamatkan.
Namun, persoalan berikutnya adalah bagaimana pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan ketika gedung utama tidak lagi bisa digunakan.
"Harapan kami ke depan yang pertama, untuk sementara dalam mendukung pelayanan, kita bisa dapat gedung darurat, mungkin semi permanen. Karena kita akan teruskan layanan kepada masyarakat. Sambil juga kita mohon dukungan ke depan, kalau berkenan untuk bangun kembali gedung," katanya.
Harapan itu juga diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Seri berharap pemerintah pusat dapat membantu pembangunan kembali gedung perpustakaan tersebut pada tahun mendatang. Bagi dia, membangun kembali gedung itu bukan hanya mengembalikan sebuah fasilitas pemerintah, tetapi juga membuka kembali ruang belajar yang kini dirindukan anak-anak.
"Dan kepada semua kita, masyarakat Nagekeo yang mendapatkan korban kerusakan material, kiranya dikuatkan, dan mari terus bangkit kembali. Di bawah kepemimpinan Presiden ini, banyak hal yang sudah bergerak, yang kita berharap untuk terus maju secara ekonomi, ketahanan pangan, dan lain sebagainya," katanya.
Di tengah bangunan yang rusak dan layanan yang terhenti, kebutuhan anak-anak untuk tetap belajar tetap ada.
Editor : Sefnat Besie