Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Persiapan Pasar Perbatasan PLBN Napan Dimatangkan, Launching Dijadwalkan 14 Agustus 2026
Advertisement . Scroll to see content

Investasi Tambak Garam di TTU Siap Serap Tenaga Kerja Lokal, Bupati: Kurangi Pengangguran

Senin, 15 Juni 2026 | 10:47 WIB
  • author *Sefnat Besie
Investasi Tambak Garam di TTU Siap Serap Tenaga Kerja Lokal, Bupati: Kurangi Pengangguran
Pemerintah gandeng swasta investasi pengembangan tambak garam di Timor Tengah Utara. (Foto istimewa).

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Rencana investasi tambak garam dan pabrik pengolahan garam di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) NTT diproyeksikan membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat setempat. Pemerintah Kabupaten TTU bersama PT Blue Steel Industries memastikan tenaga kerja lokal menjadi prioritas dalam pengembangan industri garam di wilayah Pantai Utara TTU.

Komitmen tersebut disampaikan saat Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, bersama Presiden Direktur PT Blue Steel Industries, Benny Lau, melakukan sosialisasi kepada para pemilik lahan di Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu, Kamis (11/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan penjelasan terkait rencana pembangunan tambak garam modern yang akan diikuti dengan pembangunan pabrik pengolahan garam. Kehadiran investasi tersebut diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir.

Bupati TTU Yosep Kebo mengatakan, salah satu tujuan utama investasi ini adalah menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau ini berjalan maka TTU akan sedikit terlepas dari ketertinggalan, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran. Semoga bisa segera terealisasi sehingga mampu membuka isolasi ketertinggalan kita,” ujarnya.

Menurut Bupati, potensi industri garam di TTU tidak hanya berhenti pada produksi garam. Air laut sisa pengolahan nantinya juga berpotensi dimanfaatkan menjadi air layak konsumsi yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan PDAM Tirta Cendana Kefamenanu.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Blue Steel Industries, Benny Lau, menegaskan bahwa investasi yang dilakukan perusahaannya di TTU berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Yang paling penting adalah menciptakan lapangan kerja demi membangun kesejahteraan di negara yang kita cintai, terutama di NTT. Kami sudah melakukan investasi garam di Sabu dan TTU menjadi tujuan kedua,” kata Benny.

Ia menilai kawasan Pantai Utara TTU memiliki kondisi iklim yang sangat mendukung pengembangan industri garam skala besar karena memiliki musim kemarau yang panjang.

Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten TTU, Yohanes Sanak, mengungkapkan bahwa selain pembangunan tambak garam, perusahaan juga akan membangun fasilitas pengolahan garam yang diperkirakan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar, baik pada tahap konstruksi maupun operasional.

Menurut Yohanes, hasil dialog antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat telah menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, salah satunya terkait komitmen perekrutan tenaga kerja lokal.

Selain itu, perusahaan juga akan menanggung pajak bumi dan bangunan, menerapkan skema kerja sama yang menguntungkan pemilik lahan, serta menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berupa bantuan pendidikan dan beasiswa bagi masyarakat sekitar.

Investasi ini semakin optimistis untuk direalisasikan setelah hasil kajian ilmiah menunjukkan kualitas garam TTU sangat kompetitif. Penelitian yang dilakukan tim ahli dari Universitas Trunojoyo Madura menemukan tingkat salinitas air laut di sejumlah wilayah pesisir TTU jauh lebih tinggi dibanding beberapa sentra garam nasional.

Uji coba produksi pada lahan seluas 15 petak bahkan mampu menghasilkan 16 ton garam dengan kadar Natrium Klorida (NaCl) mencapai 98,84 persen, menunjukkan kualitas garam TTU berpotensi bersaing di pasar nasional.

Dengan dukungan pemerintah, investor, dan masyarakat, proyek tambak garam dan pabrik pengolahan garam di TTU diharapkan tidak hanya menjadikan daerah itu sebagai sentra produksi garam baru di Indonesia, tetapi juga menjadi sumber penciptaan lapangan kerja yang mampu menyerap angkatan kerja lokal secara berkelanjutan.

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut