Menanti Pesawat Perintis di Kefamenanu, Uji Coba Landing Perdana Dijadwalkan Minggu Ketiga Januari
KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) NTT resmi memulai langkah strategis untuk membuka akses transportasi udara di wilayah perbatasan RI-Timor Leste.
Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menargetkan pengaktifan kembali Lapangan Udara Sasi di Kefamenanu sebagai landasan pesawat perintis mulai akhir Januari 2026.
Langkah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan akses transportasi darat yang selama ini memakan waktu rata-rata 4 hingga 5 jam dari Kefamenanu menuju Ibu Kota Provinsi di Kupang.
Mempermudah Akses Investasi dan Pejabat
Bupati yang akrab disapa Bupati Falen ini mengungkapkan, sulitnya akses transportasi darat sering kali menjadi kendala bagi tamu negara maupun pengusaha untuk berkunjung langsung ke TTU.
"Banyak tamu yang datang karena aksesnya jauh dan jalannya berputar-putar selama 4 jam, kebanyakan minta bertemu di Kupang. Padahal kita punya lahan bandara, karena itu kita berpikir untuk mengaktifkan kembali agar transportasi udara dapat menjangkau semua sektor, baik pengusaha maupun tamu dari perbatasan Oecusse (Timor Leste) dan kabupaten tetangga," ujar Bupati Falen saat meninjau lokasi, Rabu (7/1/2026).
Target Uji Coba Landing Akhir Januari 2026
Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) bersama Dinas Perhubungan dan bagian aset tengah melakukan perapian serta pembersihan lahan. Jika pembersihan tuntas pada minggu kedua bulan ini, maka uji coba pendaratan perdana dijadwalkan pada minggu ketiga atau akhir Januari.
"Kita harapkan kalau pembersihan kelar minggu kedua, maka minggu ketiga atau akhir bulan sudah bisa uji coba landing perdana. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak maskapai, AirNav, dan perhubungan, semuanya sudah menyatakan kesiapannya," tegas Bupati.

Untuk tahap awal, bandara ini akan melayani pesawat jenis Grand Caravan berkapasitas 12 penumpang dan pesawat jenis Casa berkapasitas 24 penumpang. Namun, untuk uji coba pertama, pesawat kapasitas 12 orang akan didahulukan karena armada lainnya masih dalam masa pemeliharaan.
Intervensi Anggaran dan Keamanan Bandara
Guna menjamin keselamatan penerbangan, Pemerintah Kabupaten TTU akan melakukan intervensi anggaran untuk pemagaran seluruh lokasi bandara. Hal ini dilakukan untuk sterilisasi area landasan dari hewan ternak seperti sapi dan kuda yang selama ini berkeliaran di lokasi tersebut.
"Kewajiban kita adalah memagar lokasi demi keamanan dan keselamatan penerbangan. Kita batasi akses ternak, sementara untuk aktivitas masyarakat yang biasa melintas, nanti akan kami buatkan akses khusus di sekitar bandara agar mereka tetap bisa beraktivitas," tambahnya.
Mengenai fasilitas penunjang, Pemkab TTU akan membangun ruang tunggu darurat dan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk penjualan tiket secara manual di tahap awal, sebelum nantinya beralih ke sistem digital.
Kehadiran penerbangan setiap hari di Bandara Sasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif utama bagi masyarakat TTU, Malaka, dan Atambua, mengingat intensitas penerbangan di kabupaten tetangga saat ini masih terbatas.
Editor : Sefnat Besie