Akses Terputus Akibat Longsor di Onan Ganjang, Babinsa Gendong Nenek Seberangi Sungai Ekstrem
ONAN GANJANG, iNewsTTU.id – Aksi heroik ditunjukkan oleh personel TNI dari Kodim 0210/TU saat mengevakuasi warga terdampak tanah longsor di Desa Batu Nagodang Siatas, Kecamatan Onan Ganjang, Jumat (28/11/2025).
Medan yang sulit, termasuk akses jalan yang terputus total dan penyeberangan sungai, tak menyurutkan semangat para prajurit untuk memastikan keselamatan warga, termasuk seorang ibu lanjut usia (lansia) yang digendong menyeberangi arus sungai.
Bencana longsor ini terjadi akibat curah hujan yang sangat deras selama tiga minggu berturut-turut, menyebabkan tiga titik jalan utama terputus dan delapan titik lainnya tertutup tanah serta pohon tumbang, membuat Desa Batu Nagodang terisolir.
Respons Cepat dan Medan Ekstrem
Danramil 09/Onan Ganjang Kapten Ctp Sodogoron Situmorang memimpin langsung operasi tanggap darurat bencana ini, dibantu personel dari Koramil 05/Dolok Sanggul. Tim gabungan bahu membahu membuka akses dan mengevakuasi warga Dusun 1 menuju posko pengungsi di Sopo Godang HKBP Parbotihan, yang berjarak 6 kilometer.

Namun, putusnya akses jalan membuat proses evakuasi menjadi sangat menantang.
"Jalan satu-satunya untuk mengevakuasi warga harus melalui pematang sawah, jalan setapak, menyeberangi Sungai Aek Sipoti, serta medan berbukit dan menurun yang sangat ekstrem," jelas Kapten Sodogoron Situmorang.
Momen Kemanusiaan di Sungai Aek Sipoti
Di tengah proses penyeberangan Sungai Aek Sipoti, Babinsa Koramil 09/Onan Ganjang, Sertu Jonlimer Situmorang dan Jeliston Silaban, melihat seorang ibu renta yang kesulitan menyeberang. Tanpa ragu, Sertu Jonlimer segera membantu.
"Mari Nek, saya gendong untuk melewati sungai ini," ucap Babinsa tersebut sambil sigap menggendong ibu lansia itu melewati derasnya air sungai demi mencapai tempat yang lebih aman.
Prioritas Warga Rentan
Dandim 0210/TU, Letkol Kav Ronald Tampubolon, SH, M.Han, melalui Danramil 09/Onan Ganjang, menggarisbawahi bahwa keberhasilan operasi ini adalah hasil kerja sama efektif antar anggota.
"Ini mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial yang tinggi, di mana kebutuhan yang paling rentan mendapatkan respons yang proporsional dan tepat," ujar Kapten Sodogoron.
Saat ini, dari total 830 jiwa warga Desa Batu Nagodang yang terdampak dan direncanakan mengungsi, baru 157 orang yang berhasil dievakuasi ke posko.
"Perilaku heroik mereka dalam menyelamatkan nyawa mengingatkan kita semua tentang pentingnya persatuan dan empati terhadap sesama dalam menghadapi bencana," tutup Danramil.
Editor : Sefnat Besie