BMKG Prediksi Wilayah NTT Alami Kemunduran Awal Musim Hujan

*Sefnat Besie
Lukas Abi, warga RT 40 Kampung Papin, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu saat mengambil air di Embung. (Foto: iNewsTTU.id/Sefnat Besie).


KUPANG, iNewsTTU.id – Fenomena El Nino yang saat ini berada pada level sangat kuat menjadi alarm serius bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan agar warga mewaspadai potensi kekeringan panjang yang diprediksi masih akan berlangsung hingga Oktober 2026.

Berdasarkan pemantauan terbaru, El Nino yang bertahan dan menggunakan Indeks Nino 3.4 ini tidak hanya memicu kekeringan berkepanjangan, tetapi juga menjadi faktor utama penyebab mundurnya awal musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia.

NTT menjadi salah satu daerah yang mendapat sorotan khusus dari BMKG karena karakteristik iklimnya yang relatif kering. Selain NTT, wilayah lain yang masuk dalam daftar kewaspadaan meliputi Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

    “Potensi kekeringan masih akan berlanjut hingga Oktober, khususnya untuk wilayah Jawa, Bali, NTB, dan NTT,” tulis BMKG melalui kanal resmi @infobmkg, Kamis (8/10/2026).

Dampak Nyata bagi Sektor Pertanian dan Ketersediaan Air

 

Kondisi kering yang lebih panjang ini dikhawatirkan dapat meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Tak hanya itu, sektor pertanian dan peternakan di bumi Flobamoratas juga terancam mengalami gangguan akibat keterlambatan pasokan air.

Keterlambatan datangnya hujan membuat masyarakat harus bersiap menghadapi periode tanpa hujan yang jauh lebih lama dari kondisi normal biasanya.

Prediksi Awal Musim Hujan 2026/2027 di NTT

 

Terkait kapan musim hujan akan tiba, BMKG memetakan wilayah NTT dalam dua fase utama:

    November 2026: Sebagian kecil wilayah NTT diprediksi mulai memasuki awal musim hujan.

    Desember 2026: Sebagian besar wilayah NTT baru akan merasakan awal musim hujan.

Secara keseluruhan, dampak dari El Nino yang sangat kuat ini diperkirakan baru akan berangsur membaik seiring dengan mulainya musim hujan di masing-masing wilayah terdampak, dengan prediksi fenomena ini baru akan berakhir pada akhir caturwulan pertama 2027.


Imbauan untuk Masyarakat NTT

 

Menghadapi dinamika iklim yang dinamis ini, BMKG mengimbau masyarakat NTT dan wilayah Indonesia Timur lainnya agar tidak hanya mengandalkan jadwal perkiraan awal musim hujan semata. Warga diminta untuk proaktif memantau pembaruan informasi terkini karena prediksi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan atmosfer.

    “Seiring perkembangan kondisi iklim, BMKG akan terus memperbarui prediksi. Masyarakat diimbau selalu mengecek informasi terbaru melalui kanal resmi BMKG,” pesan BMKG.

Editor : Sefnat Besie

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network