Usia 104 Tahun, Kefamenanu Ditantang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi TTU

*Sefnat Besie
Fahmi Abdullahi, staf khusus Bupati Timor Tengah Utara bidang Ekonomi dan Pemberdayaan UMKM. (Foto: iNewsTTU.id/Sefnat).

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Memasuki usia ke-104 tahun, Kota Kefamenanu diharapkan tidak hanya berkembang dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga semakin kuat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Harapan tersebut disampaikan Staf Khusus Bupati TTU Bidang Ekonomi, Fahmi Abdullahi, dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-104 Kota Kefamenanu.

Fahmi mengatakan, Kefamenanu memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, mulai dari perdagangan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pertanian, peternakan, pariwisata, ekonomi kreatif hingga sektor jasa.

Menurutnya, tantangan ke depan adalah bagaimana seluruh potensi tersebut dapat dikelola menjadi aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

“Saya berharap Kefamenanu tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga semakin kuat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Timor Tengah Utara,” ujar Fahmi.

Ia menilai, penguatan ekonomi daerah membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, lembaga pendidikan dan masyarakat.

Pemerintah, kata dia, perlu menciptakan ekosistem dan regulasi yang mendukung, sementara dunia usaha diharapkan membuka investasi dan lapangan pekerjaan. Di sisi lain, masyarakat perlu terus meningkatkan keterampilan dan kualitas usaha.

Fahmi juga berharap Kefamenanu ke depan menjadi kota yang semakin ramah investasi, ramah UMKM serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk memulai dan mengembangkan usaha.

HUT Kota Harus Jadi Penggerak Ekonomi

Fahmi menegaskan, momentum HUT ke-104 Kota Kefamenanu seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Menurutnya, berbagai kegiatan dalam rangka HUT Kota dapat menjadi ruang promosi sekaligus pasar bagi produk-produk lokal.

“HUT ke-104 jangan hanya kita maknai sebagai sebuah perayaan, tetapi harus menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia mendorong agar pelaku UMKM lokal mendapat semakin banyak ruang dalam berbagai kegiatan pemerintah maupun kegiatan masyarakat.

Selain membuka akses pasar, UMKM juga perlu didorong untuk naik kelas melalui akses permodalan, pendampingan manajemen, digitalisasi, peningkatan kualitas produk, kemasan, pemasaran hingga perluasan jaringan pasar.

Fahmi juga mengajak masyarakat Kefamenanu untuk membangun kebanggaan terhadap produk lokal.

“Kalau ada produk UMKM Kefamenanu yang kualitasnya baik, maka masyarakat Kefamenanu harus menjadi konsumen pertama dan pasar pertama bagi produk tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, belanja daerah juga diharapkan sedapat mungkin memberikan ruang lebih besar bagi produk dan pelaku usaha lokal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, perputaran uang di daerah dapat terus bergerak dan memberikan dampak berantai bagi masyarakat.

“Perputaran ekonomi lokal inilah yang pada akhirnya akan memperkuat daya beli dan menciptakan lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Anak Muda Jangan Hanya Jadi Pencari Kerja

Fahmi juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda Kefamenanu agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi mulai berani menciptakan peluang usaha.

“Jangan hanya menjadi penonton dari pertumbuhan ekonomi, tetapi mari menjadi pelaku di dalamnya,” tegasnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan ekonomi digital harus dimanfaatkan generasi muda untuk membangun usaha sekaligus memperluas pasar.

Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar tetap menjaga kualitas produk, kejujuran, pelayanan dan kepercayaan pelanggan.

“Jangan takut bersaing, tetapi bersainglah secara sehat. Rezeki masing-masing sudah ada jalannya, sehingga yang harus kita bangun adalah kualitas dan integritas usaha kita,” katanya.

Kepada masyarakat, Fahmi mengajak untuk membangun budaya membeli dan menggunakan produk lokal selama produk tersebut berkualitas serta memenuhi standar.

Ia menegaskan, pemerintah tidak dapat membangun ekonomi daerah sendirian. Diperlukan keterlibatan dunia usaha dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat.

“Pemerintah tidak mungkin membangun ekonomi daerah sendirian. Pemerintah membutuhkan dunia usaha, dunia usaha membutuhkan masyarakat, dan masyarakat membutuhkan pemerintah yang menciptakan ekosistem yang sehat,” ujarnya.

Di usia ke-104 Kota Kefamenanu, Fahmi berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjadikan momentum tersebut sebagai titik awal untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat.

“Mari kita jaga akar budaya, kita kuatkan ekonomi kerakyatan, kita buka lebih banyak peluang usaha, dan kita siapkan Kefamenanu yang semakin maju untuk generasi yang akan datang,” pungkasnya.

Editor : Sefnat Besie

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network