MANGGARAI, iNewsTTU.id – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,3 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (8/9/2026) malam.
Gempa terjadi pada pukul 20.00.51 WIB dengan kedalaman hanya 6 kilometer. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di laut pada koordinat 7,91 derajat Lintang Selatan dan 120,56 derajat Bujur Timur.
Lokasi tersebut berjarak sekitar 79 kilometer utara Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT.
Meski tergolong gempa dangkal, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan tsunami.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, S.Si., M.Si., menjelaskan berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust," demikian keterangan BMKG.
Dirasakan Warga di Manggarai
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap, gempa dirasakan di Kabupaten Manggarai dengan skala intensitas II Modified Mercalli Intensity (MMI).
Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung dapat bergoyang.
BMKG menyatakan gempa M4,3 ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan setelah gempa besar berkekuatan M7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 pukul 05.58.23 WIB.
Hingga Selasa (8/9/2026) pukul 20.10 WIB, hasil monitoring BMKG mencatat sebanyak 13.698 aktivitas gempa bumi susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
