Ubah Sampah Jadi Berkah, Mama-Mama Tana Duen Sikka Kini Lebih Mandiri

*Sefnat Besie
Mama mama tanah duen ubah sampah jadi berkah. Foto istimewa

MAUMERE, iNewsTTU.id--Pagi itu di Desa Tana Duen, sinar matahari belum sepenuhnya tinggi ketika Elisabeth Wisang sudah sibuk di halaman rumahnya. Di tangannya, ember berisi sisa-sisa dapur yang dulu ia anggap tak berguna. Kini, benda-benda itu justru menjadi awal dari perubahan yang pelan tapi pasti mengubah hidupnya.

Dulu, hari-hari Elisabeth tak jauh dari rutinitas rumah tangga. Ia bergantung sepenuhnya pada penghasilan suami, tanpa banyak pilihan untuk berkontribusi lebih. 

Namun sejak hadirnya Program SAPA TANA—Sampah Jadi Pangan dan Tanaman—hidupnya mulai mengambil arah baru.

Ia masih ingat pertama kali diajak berkumpul bersama mama-mama lain di desa. Mereka duduk melingkar, mendengarkan penjelasan tentang bagaimana sampah rumah tangga bisa diolah menjadi pupuk organik. 

Awalnya terdengar sederhana, bahkan sempat diragukan. Tapi rasa penasaran mengalahkan keraguan itu.

Hari demi hari, Elisabeth bersama perempuan lainnya mulai belajar. 

Mereka memilah sampah, mengolahnya, hingga akhirnya melihat sendiri hasilnya menyuburkan tanaman. Dari situ, perlahan tumbuh keyakinan bahwa mereka mampu melakukan lebih dari sekadar pekerjaan domestik.

“Saya merasa lebih percaya diri sekarang,” ucap Elisabeth suatu sore, sambil menunjuk tanaman yang tumbuh subur di pekarangannya.

Tak hanya Elisabeth, perubahan itu juga dirasakan Maria Leni. 

Baginya, SAPA TANA bukan sekadar program, melainkan ruang baru untuk bertemu, berbagi cerita, dan saling menguatkan.

“Dulu kami jarang berkumpul seperti ini. Sekarang, kami seperti punya keluarga baru,” katanya.

Di balik aktivitas sederhana itu, ada proses panjang yang mendahuluinya. 

Program SAPA TANA lahir dari serangkaian diskusi dan pemetaan sosial yang dilakukan bersama masyarakat. Dari situ terlihat jelas bahwa Desa Tana Duen menyimpan potensi besar—tanah yang subur, semangat gotong royong, serta perempuan-perempuan yang sebenarnya siap berkembang jika diberi ruang.

Melalui dukungan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maumere, serta kolaborasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, penyuluh pertanian, dan pemerintah desa, program ini terus berjalan dengan pendampingan yang berkelanjutan.

Bagi pihak Pertamina, SAPA TANA bukan hanya soal pengelolaan lingkungan, tetapi juga tentang membuka jalan bagi kemandirian perempuan desa. Mereka percaya, perubahan besar sering kali berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

Kini, di Tana Duen, sampah bukan lagi sekadar sisa yang dibuang. Ia telah berubah menjadi harapan—menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri para perempuan yang mengolahnya.

Di sela tawa dan cerita yang dibagi setiap pertemuan, semangat itu terus hidup. Dari tangan-tangan sederhana, lahir perubahan yang perlahan menguatkan ekonomi keluarga dan menjaga lingkungan desa.

Sementara itu, Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan kelompok rentan berbasis potensi lokal.

“Melalui Program SAPA TANA, Pertamina Patra Niaga berupaya menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan desa. Kami percaya, ketika perempuan diberi ruang dan akses yang tepat, mereka dapat menjadi penggerak utama dalam pembangunan yang berkelanjutan,” jelas Ahad.

Editor : Sefnat Besie

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network