Kupang, iNewsTTU.id – Dua warga Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan terkonfirmasi positif varian
influenza tipe A subtipe H3N2 atau subclade K alias super flu influenza tipe A subtipe H3N2 atau subclade K, yang belakangan dikenal sebagai super flu.
Kedua pasien tersebut masing-masing merupakan satu anak dan satu orang dewasa, dan saat ini telah dinyatakan sembuh.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTT, Iin Andriani, menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya kasus baru super flu di wilayah NTT.
Temuan ini sempat memicu kekhawatiran publik, mengingat varian H3N2 dilaporkan memiliki tingkat penularan cepat dan gejala yang lebih berat dibanding flu musiman, serta adanya lonjakan kasus di sejumlah negara.
Menyikapi hal itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Kefamenanu, dr. Tonce, menjelaskan bahwa hingga kini pihak rumah sakit belum menerima pasien dengan diagnosis super flu.
“Selama ini kami belum mendapatkan kunjungan pasien dengan penyakit super flu. Ini memang flu varian baru, H3N2, dengan gejala yang relatif lebih berat dibanding flu biasa,” ujarnya.
Menurut dr. Tonce, perbedaan utama super flu dengan flu musiman terletak pada gejalanya.
“Kalau flu biasa biasanya ringan, sedangkan varian H3N2 disertai demam tinggi, nyeri otot, badan terasa cepat lelah,” jelasnya.
Terkait tingkat fatalitas, dr. Tonce menyebut sejauh ini belum ditemukan kasus kematian akibat super flu di wilayahnya.
“Untuk saat ini sepertinya tidak sampai menyebabkan kematian, apalagi pasiennya juga belum ada di RSUD Kefamenanu,” tambahnya.
Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan curah hujan yang tinggi. Masyarakat diminta menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
“Hindari kehujanan, konsumsi makanan sehat seperti nasi, jagung, sayur-sayuran, dan bila perlu tambahkan vitamin. Kurangi konsumsi alkohol karena bisa menurunkan imun tubuh,” pesannya.
Meski penanganannya masih seperti flu biasa dan tidak seperti Covid-19, dr. Tonce menegaskan bahwa super flu tetap menular, terutama melalui droplet atau percikan ludah.
Ia juga mengingatkan pentingnya etika batuk dan penggunaan masker bagi mereka yang sedang sakit.
“Kalau batuk harus pakai masker atau tutup dengan tisu, jangan sembarangan. Ini penting untuk mencegah penularan,” katanya.
Masyarakat yang mengalami gejala demam tinggi, nyeri otot, dan kelelahan berat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, baik puskesmas maupun rumah sakit, guna mendapatkan penanganan dan deteksi dini.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
