Sebelum Meninggal, Dokter Icha Diduga 3 Kali Coba Bunuh Diri akibat Diintimidasi Oknum DPRD
Catatan Redaksi
Bunuh diri bisa terjadi saat seseorang mengalami depresi dan merasa sendirian. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis atau memiliki kecenderungan serupa, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional ke psikolog, psikiater, atau menghubungi layanan kesehatan mental terdekat.
KEFAMENANU, iNewsTTU.id — Kasus kematian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dokter Icha) terungkap fakta baru. Almarhumah dilaporkan sempat mencoba bunuh diri sebanyak tiga kali akibat mengalami tekanan psikologis berat usai diintimidasi oleh oknum anggota DPRD TTU.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua DPRD TTU, Kristo Efi, setelah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik kepolisian, Sabtu (4/7/2026). Kristo sempat menjenguk almarhumah saat dirawat di rumah sakit sebelum meninggal.
"Beliau merasa seolah melakukan kesalahan besar, padahal semua tindakan sudah sesuai SOP. Beliau juga mengaku sudah tiga kali mencoba bunuh diri karena tekanan itu," kata Kristo.
Kristo menyebut intimidasi berupa protes dengan nada kasar itu terkait dengan pelayanan pasien. Atas kejadian ini, Kristo selaku Ketua DPRD TTU telah meminta maaf secara langsung kepada keluarga korban.
Merespons situasi ini, Polda NTT langsung mengambil alih penanganan kasus dengan membentuk tim investigasi gabungan (joint investigation).
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menyatakan tim khusus ini melibatkan berbagai satuan fungsi (Ditreskrimum, Ditreskrimsus, PPA, hingga Polres jajaran) serta didukung oleh tim ahli psikologi, pidana, hingga forensik. Polisi berjanji akan memeriksa ulang para saksi dan membedah bukti elektronik demi membuat kasus ini benderang.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar