Polda NTT Kirim Personel ke Labuan Bajo Pasca Pemberlakukan Tarif Baru Masuk Obyek Wisata

KUPANG, iNews.Id--Polda NTT telah mengirim sejumlah personel Polda untuk membantu pengamanan situasi di Labuan Bajo saat ini. Pengiriman personel dilakukan setelah berbagai aksi unjuk rasa dari para pelaku wisata terkait dengan kenaikan harga tiket masuk Pulau Komodo.
Selain personel dari Polda NTT, personel dari Polres daratan Flores juga dilibatkan untuk membantu Polres Manggarai Barat menciptakan keamanan dan kenyamanan di daerah destinasi wisata super premium di NTT.
"Situasi di Labuan Bajo yang menurut masyarakat sedang bergejolak, kami telah mengantisipasi dengan mengirimkan personel dari Polda dan juga melibatkan dari personel dari Polres yang ada di wilayah daratan Flores,"ujar Kapolda NTT Irjen Pol. Drs. Setyo Budiyanto, S.H., M.H. usai membuka kegiatan Rakernis Fungsi Humas di salah satu hotel di Kupang, Rabu (3/8/2022).
Irjen Pol. Setyo Budiyanto menambahkan, Pengiriman Personel itu dilakukan untuk membantu Polres Manggarai Barat dalam rangka menciptakan keamanan dan kenyamanan kepada seluruh masyarakat terutama kepada para wisatawan yang ada di Labuan Bajo.
Kapolda NTT juga meminta agar masyarakat bisa mencermati kebijakan pemerintah ini dengan sebaik-baiknya.
"Puji Tuhan sampai dengan hari ini situasi tetap kondusif. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya kepada pelaku wisata untuk bisa mencermati masalah ini dengan sebaik-baiknya, Kalau menyangkut keputusan yang sudah diambil pemerintah kami akan mendukung kebijakan tersebut dengan membuat rasa aman dan nyaman kepada masyarakat lokal dan seluruh wisatawan di Manggarai Barat," tambah Kapolda NTT.
Untuk diketahui, sebagaimana yang telah dirilis Presiden terkait tiket ke Pulau Komodo dan Pulau Padar mengalami kenaikan sementara pulau Rinca masih tetap harga yang sama.
"Mudah-mudahan kedepan semua bisa lebih baik lagi, kalau ada hal-hal yang kurang terutama dalam perbedaan pendapat terkait adanya kenaikan harga tiket ke Pulau Komodo dan pulau Padar. Intinya masyarakat masih bisa beraktivitas mungkin sedikit pengelolaannya yang berbeda". pungkas Irjen Setyo.
Editor : Sefnat Besie